Pengkhotbah di Kereta

Beberapa hari lalu, gue pulang kantor naik kereta, seperti biasa. Yang berbeda, kali ini gue memulai perjalanan gue dari stasiun Utrecht Centraal menuju Den Haag. Gue duduk di salah satu bangku untuk empat orang dan mulai membuka buku. Nggak terlalu banyak orang di gerbong gue, cukup menarik karena ini adalah jam pulang kantor yang biasanya… Continue reading Pengkhotbah di Kereta

Iklan

Cari Kerjaan Baru Lagi, Deh

Yang namanya hidup manusia memang ada naik turunnya. Setelah awal bulan lalu gue seneng banget karena berhasil punya properti, kali ini gue mengalami turunnya hidup: kontrak kerja gue nggak diperpanjang. Dan untuk alasan yang nggak masuk akal di sisi gue, tapi mungkin masuk akal di sisi perusahaan. Ceritanya, di pekerjaan gue yang sekarang, gue ditugaskan… Continue reading Cari Kerjaan Baru Lagi, Deh

Pengalaman Beli Rumah di Belanda

Di tulisan terdahulu, gue udah berjanji untuk duduk manis depan laptop untuk menulis secara panjang lebar tentang pengalaman beli rumah di Belanda, kan. Mohon maaf sebelumnya, tapi karena posisi gue adalah pembeli dan orang awam, maka gue nggak akan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terlalu teknis di kolom komentar atau email pribadi. Mau nanya silahkan, tapi kalo… Continue reading Pengalaman Beli Rumah di Belanda

Akhirnya Punya Rumah Sendiri

Ukuran kedewasaan itu apa sih? Ada yang bilang sudah dewasa kalau sudah bisa menafkahi diri sendiri. Ada juga yang bilang sudah dewasa kalau sudah menikah. Kalau gue sih menganggap sudah dewasa itu tandanya punya properti sendiri. Berarti kita bertanggungjawab untuk bayar per bulan ke bank dan dengan segala masalah di properti milik sendiri. Kalau masih… Continue reading Akhirnya Punya Rumah Sendiri

Copenhagen on a Budget

Sebenarnya gue pernah membuat utas di Twitter gue dengan judul yang sama, tapi biar lebih mudah didokumentasikan (dasar bekas anak Sejarah, apa-apa ingetnya dokumentasi), jadinya gue tulis di blog juga deh tentang yang satu ini. Sebelum pergi ke Denmark, sebenernya gue udah harap-harap cemas dengan harganya. Kabarnya, negara-negara Scandinavia jauh lebih mahal daripada belahan Eropa… Continue reading Copenhagen on a Budget

Kereta Dikala Krisis Pengungsi

Kalau ditanya pengalaman apa yang paling berkesan saat jalan-jalan di Eropa, pasti gue akan cerita tentang ini. Saat itu bulan Agustus 2015. Gue sedang jalan-jalan ke dua negara: Austria dan Jerman bersama dua teman gue, Bey dan Dav. Di Austria, kami tinggal di Vienna dan hari itu rencananya akan berangkat menuju Munich dengan kereta api.… Continue reading Kereta Dikala Krisis Pengungsi

Kulturnatten 2018

Minggu lalu, gue terbang ke Copenhagen untuk jalan-jalan weekend. Sebenarnya perjalanan ini sudah direncanakan sejak beberapa bulan lalu, tujuan utamanya adalah untuk mengikuti Kulturnatten 2018. Apa itu Kulturnatten? Konsepnya sih sama dengan Museumnacht di Belanda, dimana seluruh museum di satu kota dibuka hingga tengah malam dengan berbagai acara menarik. Tapi yang bikin lebih menarik di… Continue reading Kulturnatten 2018

Hal Baik Apa Yang Kamu Lakukan Pada 1 Oktober?

(Dengan baca tulisan ini, jangan anggap gue pamer atau riya, ya. Gue ingin mengutarakan maksud gue bahwa kadang menyisihkan sebagian uang kita untuk donasi bisa bikin hati lebih tenang). Jika ada kelemahan gue yang sangat ingin gue hilangkan, hal itu adalah: kurang empati. Mungkin ini bawaan orok kali ya. Sejak kecil, seinget gue, gue nggak… Continue reading Hal Baik Apa Yang Kamu Lakukan Pada 1 Oktober?

Malaysia oh Makanan Malaysia

Sebenernya, gue punya hubungan cinta-benci ama Malaysia, seperti orang Indonesia pada umumnya. Dulu sih males banget sama Malaysia, tapi sekarang kayaknya kadar sebelnya udah berkurang karena gue udah pindah ke luar negeri. Gue rasa kalau kita pindah merantau, ketemu orang yang dari negara tetangga tuh bukannya bete malah seneng, apalagi kalo sesama bisa ngomong Melayu… Continue reading Malaysia oh Makanan Malaysia

Hidup Tuh Dibawa Mengalir Aja…

Entah kenapa gue ingin nulis ini. Mungkin karena belakangan ini berpikir tentang betapa berubahnya gue sejak 3.5 tahun lalu. Dulu gue adalah orang yang serba punya rencana dan target. Pokoknya fokusssss sekali. Kalau sudah fokus, jarang banget bisa tengok kanan kiri. Setelah lulus S1, gue masih jadi seorang idealis. Cari kerja tidaklah mudah, apalagi gue… Continue reading Hidup Tuh Dibawa Mengalir Aja…