Calling all the cats!


Tulisan berbahasa Indonesia. Sepertinya lebih cocok dibaca sama cewek, ya.

NOT INTERESTED

Cat call. Mungkin kata ini terdengar masih baru di kalangan telinga orang awam seperti kita. Kedengerannya lucu, ya? Tapi sebenernya arti cat call nggak lucu sama sekali. Artinya sama dengan kegiatan yang dilakukan cowok-cowok kalo ngeliat cewek yang (menurut mereka) pantas disuit-suitin atau digodain. Kalo di Indonesia, kurang lebih digodain seperti ini:

  • “Mau kemana, neng?”
  • SUIT SUIT!!!
  • “Sendirian aja, neng? Nggak mau dianter sama abang?”
  • “Cemberut amat, mbak? Senyum dong!”
  • *kalo lagi jalan sendirian, sambil chatting sama teman di ponsel* “Senyum-senyum sendiri aja, neng?”

Kurang lebih seperti itu, lah. Tambahkan sendiri contohnya kayak apa.

Beberapa tahun yang lalu, gue sempet sering mengalami yang kayak begini, apalagi kalau gue lagi jalan sendirian dengan muka polos dan planga-plongo. Jadi, kalau mau ke halte Trans Jakarta/jalan besar terdekat, dari rumah gue harus naik angkot. Nah, biasanya gue jadi korban catcalling pas gue lagi jalan dari rumah sampai ke tempat nunggu angkot. Ada satu warung yang biasa ditongkrongin sama abang-abang dan mereka suka banget ngegodain cewek yang lewat. Lama kelamaan, gue baru ngerti kalau ternyata catcalling adalah bentuk pelecehan seksual. *sudden revelation*

Iya, teman-teman perempuan! Kalo kalian lagi jalan sendirian, kemudian disuit-suitin atau digodain abang-abang, seberapa innocent-nya itu, kalian sedang mengalami pelecehan seksual!

Gue rasa, secara nggak sadar, catcalling membentuk pemikiran bahwa “perempuan harus berpakaian sopan dan tertutup biar nggak jadi bahan godaan pria”. Hey, salah banget. Seandainya orang yang mikir itu tahu, bahkan perempuan yang pake jilbab dan baju tertutup dan serba gombrong aja, bisa jadi bahan catcalling cowok-cowok kampungan nggak bertanggungjawab. Masyarakat di sekitar gue berpikir bahwa cewek itu nggak boleh pake baju yang terlalu pendek, nanti salah-salah di luar sana bisa jadi bahan kekerasan seksual dari pria. Enak aja. I wear anything I want to, sesuai kondisi cuaca di luar. Kalau di luar panasnya menyengat, lebih baik pakai celana pendek biar nggak keringetan kayak mandi sauna. Kalau gue pergi ke pantai, cocok-cocok aja kan gue pake tanktop dan celana pendek, masa iya gue main pasir pakai celana jeans super berat? Kalau di luar hujan deras, sudah pasti gue pake jaket, celana panjang, dan payung, kan? Sejak kapan pakaian kami harus didikte dengan apa yang akan dipikirkan laki-laki jika mereka melihat kami?

Cat

Gue memang bukan feminis hardcore, tapi gue percaya bahwa pelecehan seksual itu bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Korbannya bukan cuma cewek, tapi juga cowok. Ini bukan masalah gender mana yang lebih kuat, ini masalah moral. Nih, gue ceritain pengalaman sahabat gue yang beberapa waktu lalu kena pelecehan seksual macam catcalling begini. Beberapa hari lalu, gue dan dia mau pergi ke luar kota naik kereta. Kami janjian di stasiun. Sekitar dua puluh menit sebelum kereta jalan, dia sampai di stasiun. Kemudian dia cerita ke gue, “Lo tau nggak? Gue barusan kena pelecehan seksual berupa disuit-suit dan digodain sama orang-orang yang pake seragam sekuriti di stasiun ini. Gila aja!”

Gue ngeliatin baju yang dia pakai saat itu. Nggak terbuka, kok. Dia pakai selop, celana jeans, dan tanktop yang ditutupi syal. Kemudian dia bilang, “Apa yang salah sih dengan baju gue? Yang bikin gue nggak habis pikir, bapak-bapak berpakaian sekuriti ini juga ikut ngegodain gue. Heran, harusnya kan mereka yang prevent kejadian kayak begini, kenapa malah mereka yang jadi pelaku?”

Wajib ditekankan. Bahkan orang-orang yang bekerja jadi petugas keamanan, ikut menunjukkan cara kampungan dengan cara nyuit-nyuitin dan ngegodain cewek. Heran, gue. Perlu ya gue getok kepalanya pake palu godam ala-ala palu Mjöllnir-nya Thor? Profesionalitas kerja kemana, pak? Moral lo dimana, pak, di dengkul?

Okay and Not Okay

Yang bikin miris, jaman sekarang belum banyak cewek yang ngerti bahwa catcalling adalah bentuk pelecehan seksual. Kebanyakan dari kita justru diam ketika berada dalam situasi seperti ini, dengan anggapan “Cuekin aja lah”. Yang kayak begini bukan untuk dicuekin, sodara-sodara. Para cewek bisa banget bertindak. Bisa dengan dua cara: 1) ngedatengin orang yang catcalling kemudian bilang baik-baik bahwa yang mereka sedang lakukan sekarang adalah contoh dari pelecehan seksual ke perempuan (biasanya habis itu mereka malu); atau 2) ngedatengin mereka terus marah-marah, maki-maki dan teriak semua kata-kata kebun binatang yang kalian tahu, intinya bilang bahwa yang mereka lakukan itu termasuk pelecehan untuk cewek. Either way, kalian melakukan hal yang benar kok. Orang-orang yang suka catcalling emang harus dikasih tau bahwa mereka sedang melakukan tindakan degradasi terhadap cewek. Kenapa gue strongly suggest kalian untuk bertindak? Karena kalo kalian diem aja, mereka akan berpikir kalian suka digodain, jadi ya godaan itu nggak akan berhenti.

Mungkin cowok-cowok bakal mikir, “Kenapa sih para cewek sensitif amat sama catcalling? Kita cuma mau nyapa doang kok, nggak ada maksud lebih. Lagipula, pujian macam ‘bajunya bagus’ kan bisa diomongin kapan aja?” Well, bayangin kalau kalian yang kena catcalling dari cewek. Nyapa dengan nada catcalling itu serem, tau. Kalau memang mau nyapa dengan maksud baik, datengin si cewek, ajak kenalan. Bukan digodain atau disapa pas si cewek lagi jalan!

Catcalling

Sebagai penutup, gue akan ngasih kalian beberapa tautan dan video untuk dipelajari lebih lanjut tentang bentuk-bentuk catcalling. Satu hal yang harus kalian ingat: CATCALLING IS NOT A COMPLIMENT, HOWEVER SINCERE AND INNOCENT IT MAY SOUNDS!

  1. http://www.huffingtonpost.com/yirssi-bergman/lets-not-forget-the-point_b_6108998.html
  2. http://gawker.com/why-i-talk-men-who-catcall-me-1655038234
  3. http://www.orlandosentinel.com/features/education/os-catcalling-on-campus-20141108-story.html
  4. http://www.stopstreetharassment.org/2011/12/success-3/
  5. http://stopthecatcall.tumblr.com/
Iklan

6 tanggapan untuk “Calling all the cats!

  1. Iyaa… Di indonesia tuh masih banyak cowok yang nggak menghargai cewek. Masa kalo cewek yang jadi korban pelecehan seksual, malah kebanyakan ceweknya yang disalahin dengan alesan pake baju yang nggak pantes. Menurut gue otak cowok2 itu yang nggak bener n harus disekolahin. Di eropa cewek pake baju mini di pusat kota atau bikin di pantai aja nggak pernah tuh di suit2in sama cowok.

    Suka

  2. Gue pernah iseng ke cowok yg rada2 nerd gitu Tal, gue catcalling-in him. In a seductive way ya, of course.
    Pertamanya lucu ngeliat dia ketakutan gitu, gue ketawa kecil aja.
    Next time gantian gue yg di catcalling-in sama orang lain, risih ga enak banget. Kapok! 😥

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s