Waarom kiest je Nederland?


Tulisan berbahasa Indonesia.

“Kenapa kamu kuliah di Belanda?”

Walaupun gue belum pindah, tapi pertanyaan ini banyak banget ditanyain orang ke gue. Mungkin karena banyak yang berpikir, orang Indonesia kalo pergi sekolah di luar pasti kalo nggak ke Singapura, ke Australia. Rasanya pengen bilang “maaf saya bukan orang Indonesia kebanyakan”, terus langsung ngeloyor. Tapi sayangnya hidup nggak semudah itu, ya.

Gue udah dua tahun jatuh cinta sama negara Belanda. Sebelumnya, gue cuma mikir Belanda itu negara kecil yang punya hubungan historis dengan Indonesia dan bahasanya banyak memengaruhi kosakata bahasa Indonesia. Nilai pelajaran bahasa Belanda gue juga nggak bagus-bagus amat. Tahun 2012, gue pergi jalan-jalan ke Eropa Barat sama keluarga gue. Belanda adalah negara pertama di Eropa yang gue datangi. Begitu keluar Schiphol Airport, kayaknya baru kali itu gue mengalami jatuh cinta pada pandangan pertama sama sebuah negara asing. Karena itu, sepulang dari jalan-jalan, gue langsung daftar les bahasa Belanda. Yang gue pikirin, suatu saat nanti gue harus balik ke Belanda untuk jalan-jalan lebih lama.

Sayangnya gue harus berhenti les Belanda setahun kemudian karena gue dapet kerja yang waktu kerjanya nggak fleksibel. Selama setahun, gue udah bisa baca buku dengan kalimat sederhana, ngobrol pendek, ngerti arti lagu, dan bisa ngerti website bahasa Belanda (sesuatu yang ternyata sangat berguna sekarang). Sayangnya kemampuan ngomong gue belom begitu fasih, mungkin karena gue jarang ngomong bahasa Belanda ke orang lain. Sekalinya mau ngomong malah tersendat-sendat. Something I really hate about myself.

Lalu tahun 2014 datang, dan gue dipusingkan dengan pilihan sekolah. Udah hampir mau daftar di universitas di Selandia Baru, ternyata mata kuliah yang diajarin nggak sesuai sama tema riset gue. Akhirnya ketemu sama universitas yang gue mau dan mata kuliahnya menarik banget buat gue. Pas dilihat lagi, lhoooooo, kok di Belanda? Kok di Leiden University? Denger namanya aja langsung takut. Tapi gue cuek daftar aja, eh ternyata lulus… emang udah milik kali ya. Selanjutnya, gue daftar beasiswa, lolos lagi… Sejujurnya, gue juga nggak nyangka kalo mimpi gue tahun 2012 lalu tercapai yaitu gue bisa balik ke Belanda. Bukan untuk liburan, melainkan untuk sekolah! Sekarang gue mau menjawab pertanyaan orang tentang alasan-alasan gue sekolah ke Belanda.


Karena hoki

Kayaknya gue diterima di Leiden itu ada unsur hoki juga, deh. Atau mungkin karena jurusan gue nanti tergolong bukan jurusan terkenal Leiden. Nanti gue masuk fakultas humaniora, jurusan History Arts and Culture of Asia. Iya, itu satu jurusan. Iya, gue bakal belajar tiga hal sekaligus. Enggak, itu bukan jurusan unggulan. Mungkin jurusan tetangga gue, Sejarah, jadi jurusan unggulan, tapi gue nggak mau masuk situ karena mata kuliahnya terlalu VOC-sentris dan jujur aja gue eneg belajar tentang VOC. I’m a lucky biatch.

Karena dengan gue sekolah di Belanda, gue bisa jalan-jalan

Alasan nomor dua dan yang lumayan penting juga. Kalau sekolah di Australia, gue nggak bisa kemana-mana dong. Tapi kalau di Belanda gue bisa jalan-jalan ke negara tetangga di akhir minggu seperti Jerman dan Prancis, bahkan gue udah bikin rencana untuk keliling Eropa dan ke negara Skandinavia waktu liburan musim panas. Berdasarkan blog orang-orang Indonesia yang sekolah di Belanda, cita-cita gue itu sangat mungkin untuk terjadi! Makanya, sepertinya gue akan lebih banyak menabung untuk jalan-jalan.

Karena gue senang budaya dan arsitekturnya

Tahun 2012, begitu gue sampe di Belanda, gue langsung suka sama arsitekturnya. Gue seneng bagaimana di Belanda, bangunan modern bisa hidup berdampingan dengan bangunan historis. Sepertinya orang-orang sana punya kesadaran untuk nggak menghancurkan bangunan lama tapi malah memperbaiki bangunan tersebut dengan nggak ngurangin tingkat keasliannya. Sepertinya orang Belanda juga suka bunga, ya. Waktu musim panas, banyak banget toko bunga pamerin jualannya berupa bunga-bunga super cantik dengan warna menarik. Ik houd van bloemen!

Karena di Belanda banyak museum

Gue adalah seorang penggila museum dan Belanda adalah negara museum. Kita berjodoh, hai Belanda! Di Amsterdam aja kayaknya udah ada puluhan museum mulai dari yang historis macam Anne Frank Huis sampe yang kocak kayak Sexmuseum (semuanya BELUM PERNAH GUE DATENGIN). Di Leiden juga banyak museum, kalo nggak salah ada museum bentuknya kayak tubuh manusia. Rasanya gue bisa ngabisin seluruh waktu luang gue jalan keluar-masuk museum kalo tinggal disana.

alasan terakhir dan nggak kalah penting adalah

Karena gue ingin jadi warga dunia

Di Indonesia, orang ekspatriat punya lingkar sosial sendiri. Jujur aja, gue kurang bisa immerse kebudayaan dunia kalau tinggal disini. Di Belanda, banyak orang dari berbagai etnisitas dan kewarganegaraan yang tinggal disitu, sehingga kemampuan gue bergaul dengan orang lain bisa semakin diasah. Disana pasti gue akan bertemu sama orang Indonesia juga, tapi kalau bergaul sama orang Indonesia melulu, ngapain jauh-jauh kuliah di Belanda… mending sekolah aja di Australia, disana udah kebanyakan orang Indonesia, tuh.


Sepertinya itu aja alasan-alasan kenapa gue mau kuliah di Belanda. Mungkin untuk sebagian orang kedengeran terlalu idealis dan naif, tapi namanya juga baru mau pindah jadi pasti otak keisinya ama yang bagus-bagus doang. Sekarang udah 2 bulan sebelum kepindahan dan jujur aja gue semakin merasa grogi tapi di sisi lain merasa nggak sabar. Grogi karena sebentar lagi akan merantau ke negara orang, tapi senang karena akhirnya bisa lepas tinggal dari keluarga dan belajar hidup mandiri. Nanti gue akan tulis lagi deh gimana persiapan gue. Tot later!

P.S.: Nggak, alasan “karena gue pengen punya pacar orang Belanda” nggak ada di daftar alasan ini dan dalam daftar manapun. Kalo dikasih ya diterima, tapi kalo nggak ya udah. Sekian dan terima gaji.

Iklan

10 thoughts on “Waarom kiest je Nederland?

  1. Pasti PS-nya merupakan himpitan dari orang-orang kepo yaaaa 😆 ih gue setuju banget utk jadi warga dunia tuh perlu step-out dari comfort zone, contohnya ya kya elu ini. Kalo stucked disini2 aja mana bisa maju kan yeee *ngaca*

    Suka

  2. Hihihihi gud luck ceceeeee ❤❤
    Gausah dipikirin lah para orang2 kepo yg suka maksa2 XD take it easy cece,,
    Aku juga jadi pengen ke belanda, secara banyak sodara di sanaa… Nabung dulu tapi, tiketnya 10jeti sekali jalan =3= Hehehehe

    Suka

  3. Hi there! was blogwalking and found your blog!

    Mo tiba di belanda ya bentar lagi? Congrats!
    Gue juga tinggal di belanda! Good luck on your journey in Holland! it’s going to be great!
    Btw, winternya lagi ga terlalu dingin so you’re a bit lucky 😛

    Suka

      1. Gue tinggal di Delft.. Deket kok sama Leiden.
        Kalo lo lagi siap2 mungkin siapin juga bawa jas hujan ya.. Lagi hujan deras2 banget sih disini.. Dulu tahun2 pertama gue disini sih gue rajin pake jas hujan sekarang udah biasa cuek aja deh kehujanan tapi sampe kampus basah kuyup…

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s