Teman Internasional


Akhirnya udah seminggu gue jadi warga Leiden. So far, so good. Gue akhirnya berhasil tinggal di kota kecil… sepanjang hidup gue dihabiskan dengan tinggal di kota besar, dan gue seneng banget pindah ke Leiden karena kotanya kecil banget. Pusat belanja cuma ada dua, yaitu di Breestraat dan Haarlemmerstraat. Toko-toko banyak yang tutup di hari Minggu, di hari biasa mereka buka cuma dari jam 9 sampe jam 6 sore. Khusus hari Kamis, semua toko buka sampe jam 9 malam. Kalau sudah jam 7 malam, Leiden udah sepi banget… biasanya orang-orang Leiden ngabisin waktu malam di bar atau restoran. Pasar diadakan dua kali seminggu, yaitu setiap Rabu dan Sabtu. Gue seneng banget tinggal disini karena semuanya serba deket, mulai dari supermarket sampai kampus. Selain itu, udah seminggu gue nggak denger bunyi perang klakson mobil… kuping gue jadi berasa damai dan tenteram.

Minggu ini gue disibukkan dengan kegiatan International Student Network (ISN) Leiden. Seperti yang gue tulis di tulisan sebelumnya, gue mau memanfaatkan kesempatan tinggal di luar negeri untuk mencari teman internasional sebanyak-banyaknya. Bergaul sama orang Indonesia sih ayok aja, tapi harus akrab sama banyak teman dari berbagai negara juga biar lebih bisa ngerti perbedaan budaya. Nah, ISN Leiden ini cocok banget untuk gue karena isinya mahasiswa internasional semua. Beberapa hari kemarin, gue ikutan acara ISN Buddy yaitu ngumpul-ngumpul 10-15 orang dengan 1 mentor, kami jalan keliling Leiden, ke bar, dan makan pancake di restoran pancake terkenal di Leiden. Ini adalah pengalaman baru untuk gue karena sebelumnya kan, gue nggak pernah ke bar sama sekali. Disini orang ke bar kayak ke restoran aja, pesen makan dan ngebir, nongkrong, terus pulang. Sangat berbeda dengan persepsi orang Indonesia tentang pergi ke bar yang biasanya negatif. Gue jadi seneng pergi ke bar, terutama bar yang banyak orang mudanya.

Hari Rabu kemarin, gue pergi ke bar bernama Einstein bersama ISN Buddy gue. Bar ini cukup terkenal di kalangan mahasiswa karena setiap Rabu malam jam 10, mereka ngadain student night, jadi isinya mahasiswa semua. Kemudian disana gue pesen minuman bernama jenever yang merupakan minuman gin khas Belanda. Gue kira bakal disajikan segelas gede kayak bir gitu, ternyata minuman ini lebih ke aperitif alias minuman icip-icip. Darimana gue tau jenever? Dari temen beasiswa gue di Indonesia yang entah kenapa jadi lebih tau soal minuman Belanda ketimbang gue. Rasa jenever enak, menurut gue sih rasanya kayak peppermint gitu, begitu diminum emang dingin di mulut tapi hangat di tenggorokan. Kayaknya kalo ke bar gue akan mesen itu lagi selain mesen bir. Lucunya, temen-temen baru gue ini nggak tau jenever, yang tau cuma si mentor doang dan si mentor ini adalah orang Jerman. Dan anehnya, temen-temen gue yang lain yang orang Belanda nganggep gue aneh karena gue suka rasa jenever.

Kemarin, gue punya janji lagi dengan temen-temen ISN Buddy gue. Jam 8 malam kami mau pergi ke HQ-nya ISN karena ada pesta ISN buddy, tapi jam 6 sorenya mau mampir makan pancake dulu. Selain orang-orang yang pergi ke Einstein bareng gue, kemarin gue ketemu temen baru satu grup buddy yang adalah orang Korea tapi besar di Inggris *nah loh*. Setelah makan pancake (gue blenger makan pancake Belanda, porsinya segede gaban) kami pergi ke ISN HQ di deket kampus untuk dateng ke pesta ISN buddy. Gue kira pestanya macam pesta joget-joget nggak jelas, ternyata acaranya santai banget… ngumpul di common room terus ada meja panjang yang dipenuhi berbagai macam minuman dan cemilan. Minumannya mulai dari bir, wine, sampe jus karton. Cemilannya ada chips dan kacang goreng.

Gue kan nggak tau ya gimana caranya ikutan pesta macam begini, jadi gue diem aja. Bahkan gue main handphone. Kemudian Nikolai (temen gue dari Rusia) bilang, kalo di pesta gini nggak seharusnya lu main handphone, ayo coba ngobrol sama orang-orang baru. Awalnya aneh sih buat gue, karena gue anak introvert yang nggak biasa nyapa duluan, tapi lama-lama seru juga. Gue kira gue nggak bakal dapet temen baru, ternyata dari acara itu gue berhasil kenalan sama orang-orang dari Korea Selatan, Kanada, Amerika Serikat, Spanyol, Portugal, bahkan ketemu sama orang Islandia. Seru, kan! Mereka semua datang dari jurusan beda-beda. Banyakan sih satu fakultas sama gue, karena Universiteit Leiden terkenal di bidang humaniora dan kajian wilayahnya (selain hukum). Gue bahkan kenalan sama orang Australia yang ternyata adalah tetangga gue di apartemen. Asyik banget!

Yang paling lucu, waktu gue kenalan sama orang Portugal. Nuno namanya. Cara gue kenalan sama orang: datengin grupnya, kemudian ikutan ngobrol, dan ajak orangnya kenalan. Kemudian kejadian ini terjadi:

Nuno: What’s your name?

Gue: Crystal. You?

Nuno: I’m Nuno. Where do you come from?

Gue: Indonesia.

Nuno: Wow, Indonesia! I’d love to visit Indonesia. My friend went there and showed me the pictures, it was beautiful. You have wonderful beaches, mountains and forests!

Gue: Thank you, I agree, you should go there when you have the chance.

Nuno: By the way, I’m sorry for what my country did to yours and to East Timor… I don’t give a shit about them, actually (negaranya, red)

Gue: Eh? Where do you come from?

Nuno: I’m from Portugal.

Buset. Baru kali ini ada orang dari bekas negara yang ngejajah negara gue, minta maaf karena negaranya sempet ngejajah negara gue. Rasanya gue pengen ketawa tapi gue nggak tau menurut dia itu lucu apa nggak. Coba orang Inggris dan Belanda juga begini, pasti gue makin bingung. Hahahaha!

Gue kira gue bakal cuma tinggal sebentar doang di pesta itu, ternyata gue bisa cukup lama juga di pesta ISN. Gue dateng jam 8 malam dan pulang hampir jam 11 malam sama temen-temen baru gue dari Kanada dan Amerika Serikat yang adalah penghuni apartemen yang sama dengan gue. Dalam perjalanan kami ngobrol macem-macem, tapi karena gue udah ngantuk jadi gue kebanyakan dengerin mereka ngobrol soal olahraga.

Minggu depan minggu orientasi. Semoga gue dapet lebih banyak temen internasional, yah!

Iklan

One thought on “Teman Internasional

  1. Talll.. Mana pancake-nya fotoin dong! Gue jd ngiler nih. Gua makan waffle di Loewy di Mega Kuningan jg kenyang bok, ga habis dimakan berdua adek haha.. nyokap icip2 aja.

    Jgn lupa Jepang jg! Brarti Nuno cukup concern sama negaranya ya termasuk yg jelek2nya, mgkn dia belajar buat ga ngulang kesalahan yg sama.. *soktau* 😛

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s