Stress? Pergilah ke Taman!


Di Jakarta, gue termasuk orang yang malas pergi ke taman. Kenapa? Soalnya udara Jakarta tuh panasnya nggak keruan. Jam udah menunjukkan pukul 4 sore, panas mataharinya masih sama kayak jam 2 siang. Bahkan kadang-kadang nggak ada angin pula. Beuh! Baru keluar rumah, rasanya udah kepingin masuk ke dalam rumah lagi karena nggak tahan dengan kelembaban udara yang sangat tinggi. Walaupun dua tahun belakangan ini pemerintah provinsi DKI Jakarta mulai sadar lingkungan dengan cara membuat banyak taman, tetep aja Jakarta hijau yang asri itu belum kesampaian sampe sekarang. Soalnya rata-rata taman di Jakarta itu isinya bukan rumput, pohon, dan bunga… melainkan con block! Sama aja bohong, menurut gue.

Sekarang di Belanda lagi memasuki musim semi. Walaupun panasnya nggak tiap hari, tapi dalam waktu seminggu bisa jadi ada 3-4 hari panas. Kalo matahari udah terik, orang Leiden pada rame keluar rumah untuk berjemur sambil ngobrol. Di Jakarta, orang menghindari terik matahari dengan alasan “Panas!” atau “Takut hitam!”, di sini malah ramai-ramai cari matahari. Biarpun matahari terik tapi angin kencang, orang Leiden tetep keukeuh keluar rumah. Yang rumahnya di depan kanal, bela-belain ngeluarin meja dan kursi makan atau sofa demi duduk menghadap matahari sambil ngobrol atau makan siang. Yang mau ngafe, pada minta tempat duduk di luar kafe atau yang sering disebut terrasje (kalau tempat duduknya di teras kafe) atau bootterrasje (kalau tempat duduknya di atas perahu di depan kafe). Begitu juga di taman, banyak banget orang yang gelar tikar terus makan roti, tidur-tiduran baca buku di atas rumput, atau sekedar duduk-duduk di bangku taman sambil ngeliatin orang piknik dan bebek-bebek yang ikutan keluar dari sarang mereka.

Gue? Nggak mau kalah, dong!

Gue termasuk beruntung, karena ternyata apartemen gue deket banget sama taman di Leiden yang cukup besar. Plantsoen namanya. Taman ini nggak sengaja gue temui hari Jumat minggu lalu, saat gue lagi bener-bener suntuk di apartemen ngerjain esai. Ceritanya, gue memutuskan untuk bersepeda keliling kota karena gue mumet banget. Tiba-tiba gue menemukan sebuah taman asri dengan sungai kecil dan tempat bermain anak-anak. Dan serunya, taman ini hanya berjarak kurang lebih 500 meter dari apartemen gue, alias 3-5 menit naik sepeda!

Gue kemudian mengunjungi Plantsoen lagi di hari Sabtu, tapi sayangnya akhir minggu kemarin cuacanya lagi jelek banget. Cuaca hari ini enak banget, mataharinya cerah dan anginnya nggak sangar, jadi gue memutuskan untuk pergi ke Plantsoen sepulang sekolah. Berbekal satu bungkus Kinder Bueno, gue langsung berangkat dari kampus ke Plantsoen.

Hari ini Plantsoen agak ramai, lebih ramai daripada hari Jumat kemarin. Tapi seramai-ramainya Plantsoen, gue tetep bisa ketemu tempat sepi untuk duduk sambil ngemil makan coklat. Sambil bersepeda, gue nyari tempat duduk, dan ternyata di Plantsoen ini ada greenhouse khusus sarang burung. Gue tergoda dengan suara burung yang bercicit-cuit ganti-gantian, jadi gue memutuskan untuk memarkir sepeda gue dan duduk di depan sarang burung tersebut.

Burung

Shadowfax dan bebekPemandangan depan gue. Shadowfax (si sepeda) dan bebek-bebek yang bebas berlarian.

Gue duduk cukup lama di deket sarang burung. Ngedengerin suara burung yang kayaknya lagi ngobrol satu sama lain. Ngeliatin orang-orang piknik. Ngeliatin orang lalu lalang sambil lari atau jalan santai, banyak dari mereka yang bawa anjing peliharaan mereka. Kadang ada dua orang yang larinya berlawanan arah sambil bawa anjing, terus anjing-anjing itu berinteraksi satu sama lain. Bisa jadi yang satu lagi BAB, ditungguin majikannya, terus anjing lain dateng, ngiterin si anjing yang lagi buang hajat. Lucu banget deh! Ada juga ibu-ibu yang bawa anaknya jalan-jalan pake kereta dorong atau stroller. Suasananya tenang, damai, asri, dan adem. Nggak ada pedagang asongan yang jalan bawa-bawa gerobak isi jualannya (eh itu mah di Taman Menteng yah), atau segerombolan anak ABG labil yang heboh teriak-teriak.

Waktu di Jakarta, gue ngilangin stres dengan cara pergi ke mall untuk cuci mata atau nonton bioskop. Sekarang di Leiden gue lebih suka ngilangin stres dengan cara pergi ke taman. Ternyata, terapi hijau itu ada benernya juga. Satu jam di taman, pikiran gue jadi lebih segar. Gue ngerasa jadi lebih bahagia, padahal hari ini gue lagi haid hari pertama lho… harusnya gue kan lagi marah-marah dan galau nggak jelas. Apalagi tadi gue main ke taman sambil makan coklat, bahagianya jadi dobel, deh. Ngeliat rumput hijau, bunga-bunga yang mulai bermekaran, bebek-bebek yang bebas berenang dan bebas jalan-jalan di taman, bikin gue ngerasa 100% rileks dan tenang.

Bebek berenangDua bebek lagi berenang… Bebek sebelah kiri ngingetin gue sama patung bebek dari kayu yang banyak dijual di toko cinderamata di Jakarta.

Musim semiBunga-bunga mulai bermekaran, walaupun belum semuanya…

Besok, gue berencana untuk menghabiskan waktu di Plantsoen. Mau bawa buku bacaan, tikar, makanan kecil. Menurut ramalan cuaca, besok cuaca akan cerah lagi, dengan suhu maksimal 11 derajat. Semoga aja bener, ya…

Iklan

7 tanggapan untuk “Stress? Pergilah ke Taman!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s