Missing in Action for 2 weeks


Ah gile… Udah 2 minggu aja gue nggak nulis blog! Maaf semuanya, 2 minggu belakangan ini gue cukup sibuk dengan seabrek tugas dan jalan-jalan sana sini. Berikut akan gue beberkan apa saja yang terjadi dengan gue selama 2 minggu belakangan ini…

1. Tesis, tesis, dan tesis. Minggu lalu gue udah mulai kelas tesis, dan belom apa-apa gue udah disuruh nulis 300 kata pendahuluan aja. Untungnya supervisor gue cukup baik (untuk kesan pertama), dan dia lumayan membantu gue dalam masalah penelitian. Jadi hari-hari gue dihabiskan dengan cara baca buku-buku tesis melulu.

2. Ketemu temen lama dari Indonesia yang lagi di Belanda untuk makan siang bareng. Minggu lalu, lagi-lagi gue jadi anak Utrecht. Gue ketemu temen gue bersama si Kevin, temen gue dari kuliah yang sekarang lagi kuliah di Delft. Di Utrecht kami makan sushi.

3. Sepulang makan siang sushi, gue dan Kevin lanjut pergi ke Markthal, sebuah pasar super hipster di Rotterdam. Tempatnya bagus banget dan makanan yang dijual juga beragam. Mirip Pasar Santa di Jakarta, lah…

4. Hari Senin kemarin gue pergi ke Paris. Gue kira image Paris bakal berubah di mata gue, ternyata sama aja tuh. Bahkan lebih jelek. Maaf ya, tapi gue nggak ngerasa Paris itu romantis. Apanya yang romantis kalo toilet umumnya kotor, beberapa daerahnya bau pipis, dan metronya kayak udah nggak diganti selama 20 tahun…

Iklan

17 tanggapan untuk “Missing in Action for 2 weeks

  1. ngakak pas baca your first impression ttg paris. yang bagus cuman eiffel doang. sisanya? jalanannya ribet (per-lima-an dan per-enam-an, bukan perempatan), juga hal-hal yang lo udah tulis. and good luck for your thesis (eh, cepet amat?)

    Suka

    1. Iya nih soalnya program gue kan cuma satu tahun. Ini second impression sebenernya. Gue males banget di Rue Saint-Denis malah jorok banget terus keadaannya kebalik banget dari Champs-Elysees yang isinya butik2 mewah dan turis2 sok sok foto-foto ala-ala model.

      Suka

      1. oh pantesan. that was fast. hmm, gw cuma ngebolang ke mainstream places like louvre, eiffel, and arc de triomphe sih back then….

        hmm maybe it’s a typical big city problem…satu tempat kaya fancy banget..while the other points are like, neglected :p

        Suka

      2. Kemarin sudah pasti gue nemenin temen gue ke tempat mainstream, tapi kita nyasar di Rue Saint-Denis itu. Waaaa ga lagi2 deh. Kalo ke Perancis mungkin gue mau ke desa2nya aja.

        Suka

    1. Oh ya, banyak juga ya orang Perancis di Bali? Hmmm kayaknya Paris itu terlalu overrated deh… image yg ditawarkan tuh Paris jaman tahun 1920-an yang serba romantis, vintage, dipenuhi dengan sastrawan dan pelukis. Sekarang kan udah ga gitu

      Disukai oleh 1 orang

  2. Crystal, aku kemaren ke Leiden University, gedungmu kuliah itu. Suami lagi bimbingan tesis, aku placement test buat sekolah bahasa Belanda. Setelahnya langsung cabut, soalnya mau ke perpustakaan ambil buku. Ntar kalo ngider ke Leiden lagi, aku kabarin yaa, kali aja bisa ketemuan bentar 😊

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s