Sejumput Rasa Indonesia di Tanah Belanda


Minggu lalu bisa dibilang jadi minggu paling bahagia dan paling menyenangkan selama gue tinggal disini. Kenapa demikian? Karena mama dan oma gue pergi bertandang ke Eropa! Kunjungan mereka di Belanda cukup lama, sekitar 4 hari 3 malam. Berikut gue ceritain apa aja yang gue lakukan bersama mereka dari hari Kamis sampai hari Minggu kemarin.

Kamis malam

Jam 8 malam, oma dan mama rencananya sampe di Schiphol pakai maskapai murah dari negara Timur Tengah. Gue udah jalan dari Leiden sekitar jam 7 malam, bukan karena Leiden-Schiphol jauh, tapi karena mau lebih santai aja nunggunya. Leiden-Schiphol hanya 15 menit pakai kereta Intercity atau 20 menit pakai kereta Sprinter.

Sampai di Schiphol, gue langsung cari tahu gerbang kedatangan mereka dan ternyata di gerbang paling ujung -_- Untungnya Schiphol engga gede-gede amat dan sepanjang mata memandang banyak banget toko dan tempat makan. Jadi gue nungguin mereka di Starbucks yang depan-depanan sama gerbang kedatangannya.

Nah, gue kan jarang ngejemput orang ke bandara, gue baru sadar kalo jam 8 landing tuh bukan berarti keluar airportnya cepet ya. Buktinya, mama dan oma gue keluar tempat bagasi sekitar jam 9 lewat, hampir setengah 10 malah. Gue udah terkantuk-kantuk karena minum kopi. Rasanya seneng banget ngeliat oma dan mama gue datang ke Belanda, beserta oleh-oleh yang mereka bawa buat gue.

Kemudian mama nanya, dari Schiphol ke Leiden naik apa? Gue bilang naik kereta aja. Awalnya beliau sempet nggak yakin karena kan ada oma gue, tapi gue yakinin kalo sistem kereta disini nggak nyeremin kayak di Indonesia kok, dan dari tempat penjualan tiket ke peron juga ada lift jadi nggak usah capek naik turun tangga. Akhirnya mama gue setuju dan kami pergi naik kereta menuju Leiden.

Sesampainya di Leiden, kami langsung menuju hotel yang udah dipesan mama gue, untungnya deket banget dari stasiun. Gue udah nyuruh dia pesen hotel disitu aja biar nggak terlalu jauh jalannya. Sebuah hotel bintang 3 yang sederhana dengan lambang dan warna serba merah. Kemudian gue antar mereka masuk kamar dan sesampainya di kamar, gue istirahat sebentar… lalu gue pulang dengan membawa satu koper kecil yang isinya makanan semua.

Begitu gue pulang, hal pertama yang gue lakukan adalah buka koper untuk masuk-masukin makanan pesenan gue. Ternyataaaaaaa oh ternyataaaaaaaaaaaaaaa isinya adalah semua makanan kering ala Indonesia kesukaan gue seperti rendang paru, ikan roa, ikan cakalang, abon cakalang, abon sapi, teri goreng kacang, dan yang terakhir adalah sambal super enak!!! Gue harus kerja dua kali untuk ngeberesin semua makanan itu dan masuk-masukin makanan itu ke kulkas, tapi ini asli bikin gue ngerasa kayak mahasiswa Indonesia paling kaya se-Belanda!

Kemudian sambil beberes makanan, tiba-tiba gue lapar. Tanpa pikir panjang, gue langsung masak nasi dan menyisihkan satu plastik kecil cakalang dan sambelnya. Terus begitu nasi matang, langsung gue santap. Gileeee, gue sampe merem melek saking enaknya cakalang fufu pake sambel dan nasi panas. Setelah puas beberes kulkas dan kenyang, gue pergi tidur.

Hari Jumat

Agenda hari itu adalah ngajak mama dan oma pergi jalan-jalan keliling Leiden. Jam 10 pagi gue udah sampe hotel. Kemudian kami jalan. Rutenya sebagai berikut: hotel-apartemen gue-Oude Rijn-Universiteit Leiden-pulang. Dalam perjalanan dari hotel ke apartemen, gue sengaja lewatin Haarlemmerstraat selaku pusat dari kota Leiden, biar mereka bisa lihat bahwa Leiden ngga kampung-kampung amat gitu loh. Lucunya, yang biasanya gue jalan kaki dari stasiun sampe rumah butuh waktu sekitar 15 menit, kali ini ada kali 45 menit gara-gara oma gue jalannya lama banget (dengan dalih “aku suka lihat-lihat sekeliling!”).

Perhentian pertama: apartemen. Untung gue udah bersihin apartemen gue dari beberapa hari sebelum mereka datang. Oma gue jadi nggak berani ‘ngegeratak’ daerah kekuasaan gue. Hahahaha rasanya puas banget, karena selama gue tinggal di Indonesia, oma gue seneng banget ngeberesin kamar gue, sementara gue udah ngerasa kamar gue udah rapi tapi beliau belom ngerasa demikian. Kemarin dia nggak ngegeratak apartemen gue sama sekali, rasanya mission accomplished banget lah! Mungkin ini alasan lain kenapa pas gue pulang nanti gue sepertinya memilih untuk ngekos aja daripada masih tinggal sama orangtua, hahaha… Kami nongkrong agak lama di apartemen gue, untungnya gue punya cukup teh dan cemilan untuk menjamu mama dan oma gue.

Setelah puas di apartemen, mama dan oma gue lapar. Jadilah gue bawa mereka ke Etablissement Einstein yang kalo siang jadi restoran. Mama gue sengaja pengen duduk di terrasje karena hari itu matahari lagi semangatnya bersinar. Gue iyain aja lah, belom pernah nyoba makan di terrasje juga soalnya… Terus pas lagi makan siang itu, oma gue kenalan sama pasangan suami istri dari Alphen aan de Rijn yang lagi jalan-jalan ke Leiden untuk perjalanan nostalgia karena mereka nikah di gedung kantor walikota Leiden. Unch, manisnya… Mereka ngobrol sedikit sama oma gue, dan menariknya orang Belanda tuh mereka tetep ramah tapi nggak terkesan kepo.

Kami makan cepet-cepet terus dilanjutkan pergi ke kampus gue. Di kampus, gue ajak mama dan oma gue masuk gedung Lipsius dan Arsenaal. Dua setengah bulan gue kuliah di Leiden, baru kali ini gue foto di depan kampus sendiri!

10580170_10152816375316452_5207799424536254292_n

Puas jalan-jalan di sekitar kampus, kami balik lagi ke daerah stasiun. Makan di restoran Asia yang (cukup) mahal, Asian Palace namanya. Gue sih kalo nggak ada orang tua, mana mungkin makan disini. Walaupun tempat makannya enak banget suasananya, dan rasa makanannya juga Asia banget, tetep aja ogah karena makanannya mahal-mahal banget!

Hari Sabtu

Tadinya hari itu kami mau pergi ke Keukenhof, tapi ternyata cuaca lagi buruk banget. Dari pagi mendung dan pas gue ke hotel ternyata hujan, sodara-sodara. Jadilah kami menukar agenda hari Minggu ke hari Sabtu yaitu pergi ke Roermond naik kereta.

Ada apa di Roermond? Buat yang nggak tahu, di kota Roermond ada Factory Outlet terbesar se-Belanda. Gue juga nggak bakal tahu fenomena alam ini kalo nggak dikasih tau Yoga, temen gue yang pernah tinggal setahun di Cologne. Berhubung jarak Leiden-Roermond cukup jauh, kami langsung berangkat dari pagi. Dari Leiden naik kereta dulu ke Utrecht, kemudian sambung kereta lagi dari Utrecht ke jurusan Maastricht dan turun di stasiun Roermond. Dari stasiun Roermond bisa naik bus nomor 77 jurusan Venlo dan turun di halte Wilhelminasingel.

Wah ternyata Factory Outletnya gede banget! Gue kira bakal berbentuk mall tertutup, ternyata didesain kayak desa-desa Jerman dengan rumah-rumah mungil ala Bavaria yang lucu. Disini kita bisa nemuin berbagai merek, mulai dari merek anak muda kayak Vans, Converse, Nike, Adidas, sampai merek desainer kayak Prada dan Chanel. Soal harga, jangan ditanya! Harga sepatu Prada bisa diskon sampe 300-400 euro dari harga di toko retail. Gue beli sepasang sepatu lari, yang aslinya 110 euro, di FO ini gue cuma bayar 74 euro. Beli sepatu casual, yang aslinya 70 euro-an, didiskon sampe harga 53 euro.

Suasana FO-nya jangan ditanya. Rame sih, tapi lebih rame sama orang-orang Jerman yang mau belanja barang bermerek dengan harga miring. Berbeda dengan FO Eropa pada umumnya yang dipenuhi dengan rombongan tur dari negara-negara Asia, FO ini lebih beradab dan lebih santai. Kalo laper, ada McDonalds dan Segafredo beserta kedai-kedai kecil lainnya yang menawarkan berbagai makanan. Perut kenyang, belanja puas, kantong cekak, hahaha!

Hari Minggu

Di hari Minggu, cuaca cukup cerah, jadi kami memutuskan untuk pergi ke Keukenhof. Ah, ini nih acara yang gue tunggu-tunggu!

Keukenhof terkenal di mata dunia sebagai taman musim semi terbesar dan terindah di Belanda dengan produk bunga unggulan mereka yaitu bunga tulip yang hanya bisa mekar di bulan April. Mekarnya bunga tulip ini juga untung-untungan kayak nonton mekarnya bunga sakura di Jepang, karena nggak bisa diprediksi. Temen-temen gue yang pergi ke Keukenhof di awal April cukup kecewa karena saat itu bunga tulipnya masih kuncup. Tapi tahukah kamu bahwa di Keukenhof kita juga bisa menonton pelelangan bunga?

Sebenernya bisa! Sayangnya pelelangan bunga hanya dilakukan setiap hari Senin. Tapi jangan kecewa, begitu memasuki taman bunga, kelima indera kita bakal langsung dimanjakan dengan varietas bunga-bungaan yang lagi mekar, warna-warni bunga dan tanaman pendukung, dan wangi bunga yang semerbak banget!

Perhatian: foto-foto setelah ini sama sekali nggak gue edit.

DSC_0235

DSC_0223

DSC_0212

DSC_0189

DSC_0234

DSC_0227

Ahhhh gila nggak terasa muter-muter udah 3 jam aja di Keukenhof. Akhirnya kami pulang. Rasanya puas banget! Oma dan mama gue berangkat ke Berlin di hari Seninnya tapi gue nggak nganterin mereka ke stasiun karena gue udah ada janji belajar kelompok dari pagi.

Iklan

19 tanggapan untuk “Sejumput Rasa Indonesia di Tanah Belanda

  1. Crystal, Mama kamu masih mudaaa, cantiiikk… Oma juga yaaa masih sehat. Ahhh senang sekaliii dapat kunjungan dan makanan yang pasti harta karun sekali ituuuu *tau gitu hari ini ikut suami ke Leiden bimbingan Thesis hahaha berasa diundang buat dikasih makanan 😀

    Wah aku baru tau tentang Roermond, thanks infonya 🙂

    Suka

  2. Waa asik Crystal ada oma & mama. Keren kali mereka berdua, suka deh lihatnya 🙂 Seru ya jalan-jalan bareng. Aku juga pertama kali ke Keukenhof seneng banget kaya anak kecil karena bagus sekali. Untung ya mereka disini udara mulai lumayan.

    Btw, Aku naik airline yang sama tapi sampe Schiphol hari Jumat 😉

    Ah, itu makanan banyak nikmatilah selagi ada.

    Suka

  3. Harga barang-barang di Factory Outlet di Roermond murah ya. Mana barang branded lagi. Coba kalo di Indonesia harganya mahal, 😦
    Bunga-bunga di Keukenhof sungguh cantik sekali, keren.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s