My Hair, My Rules!


Sebenernya gue udah tergelitik nulis tentang ini sejak beberapa bulan yang lalu, tapi belakangan ini kembali tergelitik setelah membaca sebuah artikel di Elite Daily tentang hal senada.

Memang ya, masyarakat itu selalu terpaku pada apa yang wajar dan tidak wajar. Yang wajar menurut arus, dipuji-puji. Yang melenceng sedikit, dihina-hina, bahkan disuruh-suruh untuk mengikuti arus. Rambut perempuan tak lepas dari masalah ini.

Gue punya potongan rambut pixie cut, dan di masyarakat di mana gue tinggal, perempuan itu harus punya rambut panjang, atau sebahu. Saking nggak populernya potongan rambut pendek, cewek-cewek berambut lebih pendek dari sebahu biasanya dipikir sebagai:

1. Lesbian; atau

2. Lagi patah hati.

Gue sama sekali bukan dua-duanya.

Awalnya gue nyasar potong rambut jadi pixie cut karena dulu gue punya potongan rambut bob yang malah jadi jelek karena gue males menata rambut sehingga bawah rambut gue jadi keluar-keluar nggak keruan. Akhirnya gue memberanikan diri untuk pergi ke salon langganan dan minta potongan pixie cut. Sejak itu, gue nggak pernah mikir untuk manjangin rambut lagi.

Entah kenapa, potongan pixie cut bikin gue lebih berani. Gue ngerasa potongan rambut ini adalah identitas gue. Lewat potongan rambut yang sangat nggak ngikutin arus ini, gue ngerasa jauh lebih vokal dalam menyuarakan ungkapan “rambut gue, aturan gue”. This is my way of rebelling the society, my way of telling the society that you don’t have to be a lesbian or broken-hearted to cut your hair super short. This is my way of defying the standard social norm in the society that states a woman must have long locks. Selain itu, beberapa tahun belakangan juga banyak cewek yang memutuskan untuk memotong rambut jadi cepak. Shailene Woodley, misalnya. Walaupun dia potong rambut untuk jadi Hazel Grace Lancaster, tapi dia malah jadi suka potongan rambut pendek. Jennifer Lawrence, Anna Hathaway, dan Emma Watson adalah beberapa nama artis wanita lain yang memutuskan untuk memotong rambutnya jadi potongan seperti gue, walaupun dengan model berbeda.

Banyak banget orang di sekitar gue yang nyuruh gue untuk manjangin rambut lagi dengan berbagai alasan yang menurut gue nggak nyambung semua. Mulai dari “masak sih cewek rambutnya kayak cowok?”, “kamu tuh cocokan rambut panjang lho…”, sampai “nanti susah punya pacar, lho!”.

WADUH.

Ini… kenapa… alasannya aneh-aneh semua ya? Alasan nomer satu, rasanya gue pengen jawab “Banyak juga kok cowok yang rambutnya panjang kayak cewek, malah tingkat sex appeal mereka jadi naik karena mereka kelihatan jauh lebih macho. Gue jauh lebih milih cowok gondrong ketimbang cowok rambut pendek. Jangan pake standar ganda gitu, lah…”

Alasan nomer dua, jawaban gue adalah “Yeee, rambut ya rambut gue, kenapa elo yang ribut?” (serius, gue males banget dikomentarin komentar tolol macam begini)

Alasan nomer tiga adalah alasan paling ngaco dari semua alasan. Rasanya pengen gue jawab begini, “Ya kalo gitu gue cari pacar yang suka sama cewek rambut pendek dan nggak peduli sama panjang rambut seseorang, lah. Ada kenalan kayak gitu nggak? Boleh lah, dikenalin ke gue”.

Sporting a pixie cut doesn’t make me any less than a woman. You just need to work on your point of view and opinions. My hair, my rules!

Bukti bahwa cewek berambut pixie cut nggak selalu kelihatan terlalu cowok. Celebrate your style!
Bukti bahwa cewek berambut pixie cut nggak selalu kelihatan terlalu cowok. Celebrate your style!

P.S.: Gebetan gue adalah salah satu dari 0,0001% cowok di dunia ini yang lebih suka cewek rambut pendek. You are awesome, man!

Iklan

13 thoughts on “My Hair, My Rules!

  1. Hei Crys, rambut saya juga pendek kog, middle long bob haircut tapi potongannya di atas bahu juga. Sempat kepingin pixie cut tapi kelihatannya tidak cocok karena pipi saya tembem, dahi saya jenong, and ada pitak di sebelah kanan 😀
    Saya juga mengalami apa yang kamu alami Crys. Satu hari setelah potong, hampir semua orang di kantor nanya saya lagi patah hati ya, hahaha..
    Saya lebih suka rambut pendeknya saya sekarang daripada rambut panjangnya saya dulu 🙂

    Suka

    1. Pipiku juga tembem, Wien… Sebenernya pixie cut itu modelnya banyak. Kalo pipi tembem, bisa diakalin dengan cara nggak motong rambut yg di deket kuping. Untuk dahi jenong, dahiku juga rada lebar… disiasati dgn pake poni samping 😀 Aku malah ga bisa bob karena rambut bagian bawah ada yg tumbuhnya ga normal jadi ada sejumput rambut yg numbuhnya ga ngikut rambut yg lain.

      Suka

  2. You go grill! Hehehehe. Setuju banget sama istilah “rambut, rambut gue, kok elo yang rame?” hahahaha. yang penting kita nyaman, kalo kita nyaman, pasti bawaan nya kan happy, kalo happy, terlihat nya juga lebih menarik 🙂

    Suka

  3. waah..sbgai cow aq suka bnget liat cew brambut pndek..bkn pnjg .krn mnurtqu cre yg sprt it mlambangkan kepedean..pmberani..sexi dan apa adanya..prtahankan y mba.dr sya penggmar cew brambut pndek..heheee

    Suka

  4. saya juga suka rambut pendek, selalu ptong model cowo.. tapi ortu selalu larang untuk ptong rambut pendek.. Ci crys ada tips untuk ortu buat bisa potong rambut pendek? hehe

    Suka

    1. Aku pribadi sih ngga setuju kalo orangtua larang potong rambut pendek… apa hubungannya antara rambut pendek sama cewek… sekarang banyak juga cowo cowo gondrong, hehehe. Aku ga ada tips jadinya. Paling kamu bisa coba yakinin dengan cara kasih liat artis artis yang model rambutnya sama kayak kamu biar mereka juga liat cewek rambut pendek juga bisa keliatan bagus. Lagipula kadang cewek ga bisa rambut panjang, mungkin karena akar rambut ga kuat atau gampang berminyak.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s