Maintain Your Weight!


Sejak kecil, gue anti banget sama yang namanya diet. Apalagi pas menjelang remaja, gue kena penyakit maag yang menyebabkan gue untuk wajib makan teratur setiap hari, tiga kali sehari, dan nggak boleh meninggalkan karbohidrat. Untungnya, gue tergolong orang yang suka makan, dan ngerasa sedih kalo gue harus diet.

Nah, gimana cara tetep sehat dan me-maintain berat badan stabil selama sekolah di negeri orang?

Banyak temen gue dari Indonesia yang begitu sampe sini berat badannya bisa melonjak sampe 5 kg lebih. Maklum aja, di Belanda semua orang makan roti dan keju serta minum susu. Salah-salah pilih keju, roti atau susu menyebabkan penumpukan lemak. Apalagi kalo malas olahraga, seperti gue. Akhirnya gue pinter-pinter menyiasati agar gue nggak terlalu nambah berat badan pas disini. Apalagi bokap udah bertitah, “Awas ya lo kalo balik-balik nanti jadi gemuk!” rupanya beliau takut gue terlena oleh asupan roti dan susu yang meluap di negara ini, hahaha.

Berikut adalah beberapa tips dari gue, orang yang jarang olahraga tapi masih tetep pengen mempertahankan berat badan ideal selama sekolah di luar negeri.

1. Mengganti pola makan jadi pilihan yang lebih sehat. Untuk gue, sekarang gue mengubah asupan susu dari yang biasanya susu full cream jadi susu kedelai. Kalau kamu nggak suka susu kedelai, mulai belajar menyukai susu sapi yang halfvolle (non-fat) atau magere melk (skimmed milk). Tenang aja, orang sini juga udah pada health conscious lho, jadi kamu pasti bisa dengan mudah memilih substitusi susu. Bahkan susu kedelai disini juga ada yang skimmed lho!

Disini gue mengganti semua produk dairy dengan produk kedelai. Susu kedelai, whipped cream kedelai, mentega dari kedelai, dan puding kedelai. Hasilnya? Berat badan gue turun 2 kg! Lumayaaaaaan…

Sekarang gue lebih memilih makan roti gandum dan makan keju kambing juga, karena rasanya lebih enak dan rendah di kalori. Kadang-kadang masih suka makan keju Gouda atau keju dari susu sapi juga kok, tapi untungnya gue nggak gitu hobi makan keju, jadi kebiasaan ini masih bisa diredam.

2. Sering-sering masak di rumah. Ini penting banget karena bisa menekan biaya pengeluaran makan dan bisa mengatur porsi sendiri. Tau sendiri kan kalo porsi makan orang bule tuh gedenya seamit-amit.

3. Kamu pemilih soal sayur? Di beberapa supermarket Belanda udah ada plastik-plastik berisi sayur-sayur yang dicampur. Tinggal beli, terus oseng-oseng sendiri di rumah. Biasanya gue milih paket sayur campur dengan potongan jamur. Sampe rumah, ditumis pake saus tiram dan kecap manis. Enak dan murah.

4. Nyambung dari poin nomer 2, jangan malas untuk cari tau resep favorit jajananmu dan resep makanan favorit . Gue suka banget makan gyros (semacam kebab versi Yunani) dan kalo sekali beli gyros, harga paling murah sekitar 4.50 euro. Dengan uang segitu, di supermarket gue bisa beli satu paket roti pita isi enam dan satu paket fillet ayam, tinggal beli bumbu gyros dan bikin sendiri di rumah. Lumayan, kan? Bisa juga nambah teman dengan cara pamer kemampuan masakmu di acara kumpul-kumpul atau piknik bersama, lho! Selain itu, cara ini juga bisa menekan porsi makanmu. Gyros orang sini banyaknya juga amit-amit, gue nggak bakal bisa habis makan satu porsi gyros kalo gue nggak lagi PMS.

5. Kamu suka susu coklat? Di Belanda ada susu coklat terenak namanya Chocomel, dan lagi-lagi Chocomel ini juga ada tiga varian, volle, halfvolle dan magere. Kalau kamu lagi jaga berat badan, pilih susu coklat yang magere ya…

6. Rajin-rajin baca nutrition facts di setiap produk yang kamu beli di supermarket. Siapa yang tahu, dark chocolate ternyata kandungan lemaknya lebih banyak daripada milk chocolate?

7. Kamu punya uang lebih? Di Belanda sekarang sudah banyak gerakan mengonsumsi bahan-bahan biologis, jadi di setiap supermarket kamu bisa menemukan daging-daging bersegel ‘BIO’, mulai dari daging ayam, sapi, sampai daging babi. Hidangan laut juga ada. Yaaa, harganya memang lebih mahal dibandingkan daging biasa. Tapi nggak ada salahnya dicoba kalau kamu bertekad untuk mengonsumsi daging biologis.

Kayaknya segitu aja deh kebiasaan gue yang belakangan ini gue lakukan. Setelah ngelakuin 6 hal ini (gue nggak ngelakuin nomer 7), gue ngerasa hidup gue jadi lebih sehat dan otak gue lebih kreatif. Hidup gue lebih sehat karena gue lebih ngerasa bisa bertanggungjawab dengan apa yang masuk dan keluar dari tubuh gue, dan otak gue kreatif ya karena gue bisa mikir mau masak apa, alternatif cari bahan, dan lain sebagainya. Semoga bisa dicoba juga untuk temen-temen yang mau pergi sekolah atau tinggal di luar negeri atau yang tetep tinggal di negeri sendiri tapi tetep mau hidup sehat walaupun malas olahraga 😀

(Eh sebenernya gue olahraga juga sih… Sepedaan tiap hari kemana-mana, lari-lari ngejar kereta, termasuk olahraga kan?)

Iklan

18 tanggapan untuk “Maintain Your Weight!

  1. Iya itu termasuk olahraga koo, dibanding di Jakrata cuma duduuuk aja di dalam mobil ketemu macet hehe.. Btw, hemat Crysta masih nerapin pola makan sehat di negeri kaya susu dan kaya keju 😀

    Suka

  2. Sepedaan itu memang membakar kalori banget :hehe. Wah, malah bisa turun dua kilo, mau mau, thanks banget buat tipsnya ini :hehe. Memang mesti pintar-pintar menahan diri kalau mau menjaga berat badan ya Mbak. Memasak sendiri juga lebih sehat dan lebih higienis, jadi lebih terkontrol, ketimbang makan di luaran sana terus akhirnya kalap…

    Tapi saya penasaran dengan kebab porsi besar itu. Wow pasti enak banget :hihi.

    Suka

  3. Ah susu kedelai! Love it too!
    Saya juga penderita maag akut ni Crys, rasanya malesin banget ya kalau sampai kambuh. That’s why saya juga demen konsumsi susu kedelai dan roti gandum daripada susu biasa dan roti biasa. Susu sapi kalau diminum keseringan katanya kurang baik untuk usus. Saya juga jadi rajin konsumsi madu setiap hari sejak masih SMP.
    Lari ngejar kereta dan sepedaan termasuk olahraga kog. Hehe..

    Disukai oleh 1 orang

    1. Nah iya betul. Aku baru tau kalo lagi perut keroncongan, gak boleh minum susu karena ada asam laktosanya. Soalnya maagku udh sampe taraf kalo salah makan bisa sampe diare. Namanya dispepsia kl gak salah. Udah gak boleh minum lemon2 super asem apalagi bersoda. Padahal itu kesukaanku banget. Nah, susu kedelai meminimalisir resiko dispepsia.

      Suka

      1. Kamu sudah sampai tahap dispepsia juga? Sama donk. Tapi saya turunannya, gastritis. Eh saya diminta terapi lemon sama dokternya. Cuma engga boleh terlalu asem si memang. Jadi kandungan air putihnya harus lebih banyak. And so far membantu sekali.

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s