“My name is Taylor, and I was born on 1989!”


PERINGATAN: Expect fangirl squeals on this post.

Wuaaaa!!!!!!!!!!! Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu kemarin datang juga, konser Taylor Swift di Amsterdam!!!! Gue bahkan udah beli tiket konsernya jauh sebelum gue beli tiket pesawat Jakarta-Amsterdam, hahaha! Kemarin gue berangkat sama temen gue, Tika, yang fans Taylor Swift juga, dan satu temennya bernama Ayushi.

Konsernya sendiri diadakan di Ziggo Dome, Amsterdam. Cuma 10 menit jalan kaki dari stasiun Amsterdam Biljmer ArenA, dan letak gedungnya pas di sebelah stadion Biljmer ArenA, markas klub bola kesayangan Amsterdam, si Ajax Amsterdam. Pas gue nyampe, sekitar jam 7 malem, udah rame pada ngantri di luar. Untungnya cuaca nggak terlalu panas, dan antrian juga rapiiiii banget. Semua orang had a good time, gue ngeliat beberapa fans TS pake kaos Junior Jewels (kaos yang dipake TS di video klip ‘You Belong With Me’).

Pas lagi antri ngecek tiket, kami dibagiin gelang karet. Gue langsung tau pasti ini gelang bakal nyala, tapi pas gue coba goyang-goyangin kok nggak nyala juga. Masuk ke dalem arena, wah semuanya tertib banget, dan bahkan masih banyak ruang untuk bergerak. Udah ada pintu sendiri-sendiri untuk masing-masing kelas, terus di setiap lantai ada konter makanan dan minuman, tempatnya juga full AC, nggak gerah, pokoknya nyaman banget deh. Gue langsung ngebandingin kenyamanan konser TS sama Red tour di Jakarta kemarin, wah nggak ada apa-apanya banget lah yang di Jakarta. Ini, baru masuk arena aja langsung nyaman.

Pas gue masuk ke arena, wah ternyata opening act-nya juga udah mulai! Kebetulan untuk opening act konser TS di Amsterdam, yang main adalah penyanyi kesukaan gue, si James Bay. Jadi gue sama temen-temen gue langsung nyari tempat duduk kami, dan langsung duduk manis. Gue langsung nyanyi-nyanyi. Pas gue dateng, gue kebagian sekitar 4 lagu James Bay (gue masuknya rada telat), yaitu ‘When We Were On Fire’ (heran kenapa pas gue masuk pas banget dia nyanyi lagu itu deh, belom siap curcol, mas!), ‘Let It Go’, ‘Best Fake Friend’, sama yang terakhir dia nyanyi ‘Hold Back the River’. Duh, suaranya bagus banget, merdu banget. Bener deh selentingan yang gue denger bahwa dia kedengeran bagus banget kalo lagi nyanyi live. Jadi nggak sabar nonton konsernya akhir tahun ini!

Setelah James Bay undur diri, ada waktu kosong sekitar 20 menit. Lumayan lah, gue bisa keluar bentar untuk beli minum. Pas balik ke tempat duduk, dari layar besar diputer video 1989 Secret Session dan diputer lagu-lagu 1980-an juga. Berasa nonton konser di tahun 1989 deh.

Tiba-tiba lampu dimatiin… terus kami semua bersorak!!!! Dan yang paling bikin heboh, gelang karet yang tadi gue goyang-goyangin nggak nyala, tiba-tiba nyala serentak satu stadium! GILAAAAA SUMPAH INI KEREN BANGET!!!!!!!!!! Terus langsung deh konsernya dimulai dan Taylor mulai konser dengan lagu Welcome to New York. Gue langsung berdiri dan joget-joget.

Gue berdiri dan joget selama dua jam penuh.

Yang terjadi berikutnya, bener-bener magis banget. Gila, ini bener-bener konser favorit gue, dan hipotesa gue tentang konser Taylor Swift di Eropa dan Amerika jauh lebih niat daripada di Asia itu 100% bener! Gue udah nonton konser Taylor di Asia sebanyak dua kali dan bener-bener jauh daripada konser versi Eropa. Di konser Eropa, ada banyak banget lampu, banyak banget properti, dan durasinya jauh lebih lama daripada konser Asia, sekitar 2 jam. Koreografinya bener-bener keren banget, kostumnya semuanya niat banget, properti segudang, have I said that there were TONS of lightsssssss??????? Yang bikin lebih keren, ternyata gelang karet itu bukan cuma bisa nyala, tapi dia nyala serentak di beberapa beat lagu Taylor dan nyalanya beda-beda tiap orang. MAMPUS GILA KEREN BANGET GAK SIH???????

Lagu demi lagu dimainkan, Taylor Swift joget-joget, gue joget-joget, semua joget-joget… Bagian lain yang paling gue suka dari konsernya adalah pidato singkat yang suka dia bawain sebelum beberapa lagu. Serius deh… nonton konser itu kayak dateng ke pesta menginap bareng sahabat, terus disana kita joget, nyanyi, dan curhat sampe pagi. Di pidato-pidato singkat itu, Taylor ngomong tentang masalah hidup, gimana cara berdamai dengan diri sendiri kalo kita punya banyak kesalahan, tentang masalah cowok, duh pokoknya segudang deh. Yang gue inget, dia ngomong begini… (dan untungnya sempet gue rekam juga)

“Everyone of you might have been going something difficult, right this moment. Everyone of you might be having some insecure days when you feel like nothing you put on fits, nothing you do to your hair looks good, you can’t figure out where you wanna go with your life. We all have these days, and if you had one of these days when you wake up this morning, but the point is that you got out of bed, and you put on an outfit and you walked out the door and you went to a concert and we’re having the best time ever!

That sometimes it’s not about things being perfect, sometimes it’s not about being happy all the time, sometimes it’s about getting on with things and put one foot in front of the other. And I just hope that when you do that, when you make mistakes, when you go through terrible things, I hope you don’t see yourself as a damage. Because that is not what happens when you experience life. You are not damaged because you have scars or because you have ghosts; that’s not what happens. What happens is… you become wiser because you have scars and ghosts…”

(dan kemudian intro ‘Clean’)

(dan kemudian gue mati)

(dan hari ini gue baru tau bahwa setiap pidato dia di tiap kota beda-beda, walaupun temanya sama, tapi dia pake kata-kata yang beda, tandanya dia kagak ngafalin pidato beginian untuk tiap kota)

Sumpeh. Tipe-tipe pidato menyayat hati macem gitu. Gue beruntung banget ngerekam kata-kata ini untuk gue puter kalo lagi sedih atau ngerasa down dalam hidup gue. Selain pidato kayak gitu, dia juga ngomong sesuatu tentang masalah hubungan dengan orang lain, nggak gue rekam, tapi gue inget dia bilang “Relationships should be simple, but we make them too complicated. I read your stories about how you’re getting close to people, and suddenly they push you back with no reasons, or you text them and it took them 4 hours to respond…” gue ngakak karena gue berasa lagi cerita ama sahabat sendiri.

Dia juga masukin beberapa referensi lagu-lagu lamanya kayak pake kata-kata “sparks fly” atau “swallow your pride”.

Dia mainin semua lagu kesukaan gue (baca: Wildest Dreams, yang digabung sama Enchanted, bener bener parah keren banget gue nggak ngerti lagi, ada This Love juga, You Are in Love, Clean) dan yang paling menghebohkan adalah dia ngubah aransemen We Are Never Ever Getting Back Together jadi versi rock yang super cadas dan tetep bikin joget sambil ngeluarin ekspresi muka, terus dia juga ngubah aransemen I Knew You Were Trouble jadi semacam lebih dark, ala-ala musiknya Lorde dan itu KEREN BANGET NGGAK ADA OBATNYA.

Dan konser ditutup dengan lagu ‘Shake It Off’. Satu arena bener-bener menggila, semua joget, semua hepi, semua nyanyi, lampu-lampu dimana-mana, termasuk Tika dan Ayushi yang sedari tadi duduk akhirnya berdiri dan ikutan joget juga. Encore-nya bagus banget nggak ngerti lagi. Aduh. Gue bener-bener nggak bisa ngejelasin. Kostumnya warna ungu, terus dia ngenalin bandnya, ngenalin semua penarinya, argh dan semua orang bener-bener had a really good time. Auranya magical banget dan pas konser selesai, gue langsung bilang sama Tika, “Gue nggak mau pulaaaaaaaaaaang!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

LOOK AT THE LIGHTS!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
LOOK AT THE LIGHTS!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Iklan

8 thoughts on ““My name is Taylor, and I was born on 1989!”

  1. Walau bukan fans berat doi tapi aku bisa ngebayangin kamu pasti seneng banget yah :’) btw aku malah lebih tertarik sama James Bay nyaaa hihihihi. Nanti kalo akhir taun nonton konsernya, cerita lagi ya di blog!

    Suka

    1. Wah seneng banget mbak. Soalnya kalo konser dia di Asia tuh emang diperpendek dan gak se-all out konser dia di Eropa dan Amerika (udah ngebuktiin konser Asia dua kali soalnya). Sekarang penasaran yg Amerika, soalnya dia suka ngasih banyak banget bintang tamu! Pasti entar cerita lagi~

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s