You’re out of touch…


Pasti kita semua disini sangat akrab dengan media sosial, kan? Pasti kita kenal (atau memakai servis) nama-nama merek seperti Facebook, Twitter, Instagram, Snapchat, dan media sosial kegemaran orang Indonesia, Path. Gue juga nggak buta-buta amat soal media sosial, walaupun mungkin platform media sosial yang gue pake nggak terlalu banyak.

Beberapa bulan lalu, gue lagi iseng-iseng ngebacain posting-an temen-temen gue di Path ketika gue menemukan sebuah tulisan yang menggelitik dari seorang temen. Dia bilang begini (kurang lebih), “Untung orang Indonesia doyan update di media sosial, jadi kalo lagi kangen sama temen-temen bisa langsung liat media sosial aja, bisa langsung tau mereka lagi ngapain, kesel sama siapa, atau lagi deket sama siapa tanpa harus tanya secara langsung.”

Eh… gue sih kurang setuju dengan pemikiran dia seperti itu. Kemudian gue balas aja, gue bilang bahwa malah dengan itu konsep sentuhan personal jadi berkurang antar manusia. Kita bisa dengan mudahnya ngeliat temen-temen kita lagi ngapain tanpa harus tanya secara langsung, kan kesannya cerita temen-temen kita itu mudah banget untuk diumbar ke orang-orang. Kemudian dia jawab, “Kenyataannya gak semudah itu, bok…” klasik. Gue kemudian memutuskan untuk diam, karena gue lebih suka agree to disagree kalo ujung-ujungnya dia gak ngasih argumen lain yang lebih ciamik lagi.

Iya nggak, sih? Mungkin untuk yang belum pernah nyoba memutuskan hubungan dengan media sosial, efek kehilangan sentuhan personal ini belum terlalu berasa. Tapi untuk gue yang pernah ngapus akun Facebook selama tiga bulan, gue ngerasain ini sebagai efek dari penghapusan akun Facebook. Karena gue ngapus akun Facebook, gue jadi nyadar bahwa manusia selama ini udah kehilangan sentuhan personal karena bisa dengan mudah ngecek kabar temen-temennya lewat media sosial. Nggak ada lagi tuh yang namanya nge-SMS atau Whatsapp dan LINE secara pribadi untuk nanya kabar. Mungkin orang-orang pada nggak terlalu peduli sama hal itu, tapi gue peduli. Rasanya seneng aja kalo ada orang yang nanya kabar gue secara pribadi, atau kalo gue nanya kabar orang lain secara pribadi, tanpa harus tau tentang kehidupannya lewat media sosial.

Silahkan tulis opini kamu di kolom komentar ya. Menurut kamu, kebanyakan media sosial itu malah jadi menghapus sentuhan personal nggak, sih? Atau malah lebih bisa mendekatkan antar manusia?

Iklan

13 thoughts on “You’re out of touch…

  1. Media sosial itu… kalau kata orang mendekatkan yang jauh, dan menjauhkan yang dekat. Saya juga sudah tak terlalu sering FB-an atau twitter-an atau Path, paling sesekali saja, itu pun cuma kalau memang ada event penting yang mesti dibagi ke dunia. Selebihnya saya lebih suka menyimpan sendiri dan berdialog dengan teman via WhatsApp secara pribadi :hehe. Untuk grup juga saya lebih prefer WA ketimbang diskusi di grup FB :haha.

    Nggak tahu kenapa cuma kalau kita mengumbar kehidupan di media sosial kayaknya kurang privasi dan banyakan exaggerating-nya ketimbang jujur-jujuran :peace. Bukan berarti saya anti dunia socmed, cuma kalau memublikasikan sesuatu ke khalayak ramai kadang malah rasanya tidak bebas. Mending nge-blog sekalian deh, jujur blak-blakan :haha.

    Suka

    1. Hai Gara,
      Setelah gue ngaktifin FB lagi di Belanda, ternyata FB itu lumayan penting disini. Gue juga cuma pake FB untuk berkomunikasi ama temen2 kuliah yang orang luar dan ngecek FJB Leiden kali aja ada barang bagus lagi dijualin, hehehe.

      Disukai oleh 1 orang

    1. “Makasih jempolnya” HAHAHAHA!!!!!

      Sekarang temen2ku yang ga deket2 amat aku masukin ke folder ‘acquaintance’. Ternyata lumayan juga, posting mereka jadi gak masuk di home aku…

      Suka

  2. Gue baru2 ini ngerasain Tal. Socmed mengurangi (cenderung menghilangkan) personal touch. Ngobrol sama temen rameeee bgt di FB group tp di kehidupan nyata kya ga kenal satu sama lain *sigh*

    Suka

    1. Coba deh sekali2 deactivate Facebook. Coba idup sebulan ga pake Facebook. Enak lho. Gw dulu awalnya cuma mau sebulan eh jadi tiga bulan. Sekarang udh pake lagi. Tapi karena udh absen tiga bulan, jd sekarang lbh bisa mengontrol pemakaian…

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s