Harga Sebuah Nyawa


Temen gue pernah bilang, kalo punya waktu ada baiknya pergi ke bekas kamp konsentrasi Nazi. Nggak usah di Auschwitz dulu deh, yang di Jerman aja juga boleh. Dia bilang, “Lo harus coba liat situs memorialnya, menurut gue, semua orang di dunia ini harus ngeliat yg kayak gitu sekali-kali”. Oke lah berdasarkan saran temen gue itu, kemarin gue bertandang ke Dachau Memorial Concentration Camp.

Nama Dachau mungkin nggak seeksis saudaranya, Auschwitz, yang sampe sekarang disebut sebagai kamp konsentrasi terbesar di dunia. Tapi Dachau sama menyeramkannya seperti Auschwitz dan Dachau adalah kamp konsentrasi mula-mula di Jerman, sebelum konsepnya diimplementasikan ke kamp konsentrasi luar Jerman seperti Auschwitz. Dulunya Dachau digunakan sebagai penjara untuk musuh-musuh politik Hitler, tapi sejak Perang Dunia 2, kamp ini beralih fungsi jadi kamp konsentrasi untuk genosida orang non-Aryan.

Masuk ke kamp ini, serasa kayak semua kebahagiaan diserap Dementor. Apalagi cuaca Dachau kali itu banyak angin dan mendung, semakin menambah efek mencekam dan sendu. Masuk ke kampnya sih gratis, tapi ada jasa penyewaan audio guide seharga 2.5 euro atau ikut ground tour seharga 3 euro. Disarankan nyewa audio guide aja, karena kalo nggak pake itu pasti kita nggak ngerti apa-apa.

Begitu masuk ke area kamp (setelah lewat gedung besar dengan pintu gerbang bertuliskan Arbeit Macht Frei, slogan kamp konsentrasi yang mendunia), gue baru nyadar bahwa yang namanya kamp konsentrasi itu LUAS BANGET. Dachau aja segini luasnya, apalagi Auschwitz? Di depan gue ada lapangan besar, di kanan gue ada gedung memanjang, dan di sebelah kiri gue ada gedung memanjang juga, sesuatu yang kami sebut “barak”.

Lapangan besar yang terhampar di depan gue adalah lapangan untuk apel. Apel dilakukan tiap pagi sebelum kerja dan tiap sore. Saat apel, semua tahanan HARUS ada di lapangan. Nggak peduli mereka lagi sakit atau bahkan pingsan. Yang mati tiba-tiba juga harus diseret ke lapangan itu untuk apel. Dan selama apel, kalo ada yang tiba-tiba jatuh atau pingsan, nggak boleh ada tawanan yang nolongin.

Sebelum masuk ke barak, gue masuk ke bangunan sebelah kanan dulu. Sebuah bangunan memanjang yang dulunya adalah ruang maintenance. Sekarang udah jadi museum. Di museum ini semuanya dijelasin, mulai dari awal Perang Dunia 1, pembentukan Nazi, pembangunan kamp mula-mula, sampai akhirnya pembebasan kamp konsentrasi oleh Amerika Serikat.

Museumnya bener-bener lengkap dan bikin ngilu banget. Jadi, memorial kamp ini bukan dibikin sama pemerintah Jerman karena mereka malu banget soal Nazi. Yang bikin adalah organisasi mantan tahanan Nazi secara internasional. Di museum ini semuanya ada, mulai dari testimoni tahanan, sampe ke dokumen-dokumen selama kamp. Ada juga artefak-artefak pribadi kayak piring makan milik tahanan tertentu.

Dalam sejarah Nazi, gue paling penasaran dengan uji coba medis yang dilakukan dokter Nazi ke tahanan mereka. Dan disini semuanya terjawab! Ih gila banget ngeliat contoh-contoh eksperimennya, bener-bener nggak manusiawi banget.

image

Gambar atas: Sarang nyamuk malaria yang digunakan dalam percobaan efek gigitan nyamuk malaria ke manusia

Setelah puas ngelilingin museumnya (dan nggak tahan juga karena mau nangis), gue pergi ke penjaranya. Nah penjara ini adalah sel-sel sempit banget yang dipake sebagai pusat hukuman tahanan. Di penjara ini juga ada kantor SS, ruang interogasi, plus ruang penyiksaan. Nggak jelas banget suasana hati gue pas disini. Selnya sempittttttt banget, selain itu tempatnya lembab dan gelap.

Koridor penjara di Dachau
Koridor penjara di Dachau

Setelah puas muter-muter di daerah penjara, gue pergi ke bangunan barak. Dari 20 barak lebih, hanya ada dua yang selamat, sisanya dibakar semua. Letak barak yang memanjang ke belakang ini ada artinya juga. Tawanan-tawanan yang masih ada ras Jerman-nya (tawanan politik, dll) dimasukkan ke barak-barak depan. Semakin belakang baraknya, semakin rendah kelas tawanannya. Bisa dipastikan tahanan Yahudi dan homoseksual masuk ke barak-barak paling ujung. Selain itu, ada juga barak tempat orang sakit.

Masuk ke barak ini, gue makin sedih rasanya. Isinya sama banget kayak di film-film Holocaust yang sering kita tonton. Tempat tidurnya berupa bunk bed tiga lantai dan diisi oleh puluhan orang. Selain itu, ada ruangan untuk toilet dan tempat mandi massal. Nggak ada sekat-sekatnya pula. Ada juga ruangan tempat loker-loker untuk barang pribadi tawanan (yang biasanya cuma baju dan perlengkapan makan). Tugas ngebersihin ruangan ini jadi salah satu tugas tawanan, dan semuanya harus bersih banget. Sampe ada noda sedikit atau bahkan sidik jari yang keliatan, hukumannya bisa berupa hukuman cambuk.

Bunk bed tempat tawanan tidur. Satu lantai isinya bisa belasan orang.
Bunk bed tempat tawanan tidur. Satu lantai isinya bisa belasan orang.

Bangunan terakhir yang gue datangi di kamp ini adalah bangunan krematorium. Nah, disini jauh lebih ngeri lagi… Seperti namanya, krematorium adalah pusatnya orang-orang pada meninggal. Gue masuk ke satu ruangan, pas baca keterangannya, ternyata ruangan kosong itu adalah ruangan tempat tentara Nazi naro mayat-mayat tawanan yang nggak terbilang banyaknya. Baru ketauan pas tentara Sekutu ngebebasin kamp Dachau. Langsung merinding!!!!!!!! Di krematorium itu juga ada semacam ‘bakaran’ yang digunakan untuk mengkremasi orang jadi debu. Najong, seremnya minta ampun.

Di krematorium Dachau, ada juga satu ruangan yang sangat terkenal sebagai ruangan paling serem dari semua ruangan…

DSC_1490

Di ruangan ini, para tawanan dimasukin berbondong-bondong untuk mandi. Sebelum masuk ruangan ini, mereka disuruh lepas baju-baju mereka. Yaaaa persis kayak orang mau mandi, lah. Terus mereka berjejalan masuk ke ruangan tempat mandi ini.

Akhirnya, nggak ada yang berhasil keluar.

Karena ini bukan ruangan tempat mandi massal. Tapi ini adalah gas chamber, alat genosida paling terkenal di seluruh kamp konsentrasi Nazi dan di seluruh dunia.

Gue awalnya nggak ngeh banget sama ruangan ini, sampe akhirnya gue baca keterangan di dinding ruangan sebelah (ruangan lepas baju). Sensasinya luar biasa, men! Selama ini, gue cuma bisa ngebayangin ruangan gas itu kayak apa. Terus kemarin gue berhasil pergi kesitu. Ruangannya gelap banget. Di langit-langit ada ‘pancuran air’ bohong-bohongan. Gas Zyklon-B yang dimasukkan ke ruangan itu berasal dari tempat lain lagi. Gue nggak kebayang, dulu ruangan itu gelap banget, terus ratusan tahanan disuruh masuk tumplek-blek disitu, tanpa tau apa-apa, taunya mereka cuma mau mandi doang… Dan akhirnya bukan air yang keluar melainkan gas mematikan yang bisa bikin mereka mati dalam hitungan detik.

Pulang dari situ, gue akhirnya bisa ngerti kata temen gue bahwa semua orang harus pergi ke kamp konsentrasi Nazi selama dia hidup. Gue jadi ngerti bahwa di masa itu, nyawa seakan nggak ada harganya, hanya karena kepentingan politik dan ambisi gila seorang penguasa. Bayangin aja, di kamp ini ribuan orang mati setiap tahunnya hanya karena untuk manifesto pembersihan ras sebuah negara. Bersyukur banget jaman sekarang bisa hidup di dunia yang (relatif) aman dan yang nggak membenarkan genosida seperti ini lagi.

Iklan

14 tanggapan untuk “Harga Sebuah Nyawa

  1. Aku pertama kali tertarik dengan cerita Nazi sejak ke Museum Anne Frank tahun lalu (telat yak tertariknya). Soalnya disana nangis baca ceritanya. Kata suamiku, buat orang yang ga suka pergi ke Museum, sampai nangis itu berarti luar biasa sekali. Nyesek pas baca bukunya juga. Trus kedua kali pas waktu ke The Herrinneringscentrum Kamp Westerbork (sudah pernah kesini belum?) katanya ini juga kamp konsentrasi Nazi yang di Belanda sini. Pas kesana lagi musim hujan dan angin kenceng. Makin menambah suasana haru. Mana tempatnya ditengah hutan lagi. Nangis lagi akunya disana. Antara kesel juga kenapa kok kejam bangeett. Sedih juga ngebayangin hidup mereka selama dikamp.
    Nah, sekarang baca ceritamu ini, sedihhh bangeet. Ga kebayang kalo aku ada disana, pasti nangis2 lagi. Thanks buat berbagi ceritanya Crys. Tertarik pergi kesana aku ntar kapan2.

    Suka

    1. Westerbork itu yg di Hertogenbosch bukan? Aku baru tau di Belanda ada kamp besar juga ya di Hertogenbosch itu. Mungkin kalo kuat, someday akan kesana. Aku beneran nyesek disono mbak. Ngeliat org dulu kejam banget ama sesama manusia.

      Update: Baru googling, dan Westerbork ini ‘hanya’ transit camp. Camp dibagi jadi 3: transit, concentration, ama extermination. Transit camp aja udh bikin mbak nangis apalagi kalo ke Dachau yg sifatnya concentration camp… Ke Auschwitz apalagi, itu extermination campur concentration camp.

      Suka

      1. Yang alamatnya disini : Oosthalen 8, 9414 TG Hooghalen. Ini letaknya ditengah hutan. Jatuhnya semacam museum gitu sih. Tapi tetep yaa yang berhubungan sama Nazi selalu bikin haru biru. Kayaknya lebih dapat suasananya ke tempat yang kamu ceritain ini Crys.

        Suka

      2. Iya ini aku baru Googling dan katanya kampnya udah dihancurin tahun 1970. Kalo yg di Dachau itu masih asli mbak, walaupun ada juga barak2 yg udh dibakar. Gedung2 yg jadi ruang pamer, udah ada dari dulu. Terus disitu juga ada memorial dari berbagai agama kayak Yahudi, Protestan dan Katolik. Coba kalo liburan sama Ewald kapan2 ke Munchen trus ke Dachau mba… Kurang dari 1 jam kok naik kereta dalam kota

        Disukai oleh 1 orang

  2. Betapa tidak berharganya nyawa seorang manusia hanya karena dia berasal dari ras yang berbeda dengan sang penguasa. Logika yang aneh dan gila banget tapi kalau penguasa yang ditakuti punya logika tersebut, waduh bukti kegilaannya ya seperti ini. Semoga mereka semua beristirahat dengan tenang ya Mbak. Kunjungan dan cerita yang keren banget, foto-fotonya juga. Saya bersyukur sekali bisa hidup di dunia dan waktu yang sudah jauh lebih baik, paling tidak saya tak dieksterminasi hanya karena saya tidak satu ras dengan penguasa :hehe. Kamp yang memilukan, tapi dramatis dan penasaran juga rasanya buat berkunjung ke sana. Di sini kayaknya ada bukti kalau ada manusia yang berperilaku lebih buruk dari binatang….

    Suka

  3. Tempat2 begini pasti akan selalu kasih kita rasa sedih dan mencekam yaaa.. dulu gw ke museum di israel.. jd mrk dedikasiin museum ini buat para jews yg d bantai. Rasanya abis kluar museum tuh kyk berantakann.. kok bs mrk dl jahat bngt sama jews. Huahua

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s