Adulting is Hard


Proses menjadi dewasa itu susah ya.

Belakangan ini gue lagi capek banget. Entah kenapa, tapi rasanya kayak dikejar-kejar sesuatu. Setiap hari gue bekerja (baca: belajar) nggak kenal waktu. Selesai kuliah, langsung ke perpustakaan untuk print bahan bacaan, kemudian baca bahan kuliah, dan ngetik tesis sampe malam. Keesokan harinya begitu lagi. Kalau libur juga dihabiskan dengan pergi ke perpustakaan di siang hari untuk belajar sampai malam. Makan nggak teratur, tidur sih cukup, tapi setiap tidur selalu mimpi nggak enak. Pernah mimpi keluarga sendiri dicurangin saudara, dan mimpi dikejar sesuatu yang gue lupa apa. Setiap bangun pagi selalu ngerasa capek (padahal belom ngapa-ngapain lho!).

Tesis juga begitu. Nulis sih nulis, tapi rasanya belum dapet feel-nya. Masih terlalu banyak pertanyaan, masih terlalu banyak ketidakpastian.

Urusan keuangan juga begitu. Bulan ini menipis, sehingga gue harus menghemat. Harus jarang jajan dan harus lebih sering makan di rumah. Tapi gimana cara gue bisa sering makan di rumah kalau rutinitas memaksa gue untuk keluar dari rumah?

Masalah kehidupan pribadi apalagi. Sekarang lagi deket sama orang, dan gue lagi tersengat virus insecurity. Bawaannya mikir yang macem-macem dan aneh-aneh. Terlalu banyak menganalisa, sampe akhirnya pusing sendiri, dan akhirnya nggak bisa ngapa-ngapain kecuali menutup perasaan dengan cara belajar sampe malam.

Kata temen gue yang adalah seorang mahasiswa psikologi, umur segini tuh memang lagi masa adolescent, apalagi dalam tahap memilih pasangan. Ketika lo tau maunya lo yang kayak apa, dan sekarang sedang dalam masa pencarian. Karena di umur segini memang sudah seharusnya lo mendapatkan rasa nyaman dari hubungan personal antar dua orang. Kurang lebih begitu lah.

Huh. Yang namanya menjadi dewasa itu sulit ya…

Iklan

20 thoughts on “Adulting is Hard

  1. Setuju, menjadi dewasa itu susah! Tapi kalau kata orang semua butuh proses sih, jadi menurut saya yah dinikmati saja sebagai dinamika hidup sehari-hari, kan ada sebuah acara judulnya ‘Enjoying Everyday Life’ gitu Mbak :hehe. Kalau dibawa susah ya bakal terasa susah terus, tapi kalau dibawa happy, paling tidak hati sedikit lebih ringan. Susah kalau dilaksanakan (dan gampang banget kalau dikatakan), memang, tapi sekarang saya sedang mencoba seperti itu dan hasilnya tidak terlalu buruk :hehe.

    Suka

  2. Pas kamu sudah selesai segala urusan tesis, ribuan jurnal, tugas yang bikin pontang panting, nanti pasti akan merindukan saat2 sibuk dan capek hati ini. Apalagi kalau misalkan dosen pembimbingnya tukang PHP sampai luluspun molor *yang terakhir curhat pribadi haha

    Suka

  3. jiayo taa tesis nya!! tapi setuju bngt sihh being an adult is not easy. mungkin kita memasuki syndrome quarter life crisis kali yaa.. mudah2an badai nya cepat berlalu dan ga cape otak dan cape hati lagii.. eheheh..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s