Ik ben terug, bitches!!!!


Sudah seminggu gue jadi warga Den Haag. Akhirnya, balik ke Belanda juga! Sejauh ini, kehidupan pasca-belajar gue masih berkutat di mencari kerja dan mencoba beradaptasi lagi dengan kehidupan Belanda. Tapi walaupun proses mencari kerja tergolong susah banget, tetep aja ada alasan untuk tertawa dan bersyukur, seperti…

Punya Rumah di Kawasan Sederhana

Gue sekarang tinggal di Den Haag, di daerah Benoordenhout. Letaknya tepat di belakang Haagse Bos, di dekat taman Clingendael. Menurut gue, daerah tempat gue tinggal ini sempurna banget buat ditinggali. Letaknya sekitar 2 km dari pusat kota, memang agak jauh sih, tapi tempatnya asri, banyak rumah-rumah penduduk yang isinya biasanya keluarga kecil, dan tempatnya sepi banget! Beda banget sama Leiden yang dipenuhi pelajar. Selain itu, setiap gue mau ke stasiun atau ke pusat kota, gue selalu bersepeda lewat Haagse Bos yang asri banget. Bersepeda di tengah hutan untuk mencapai pusat kota adalah bagian kesukaan gue dari tinggal di Den Haag.

Alasan lain yang bikin gue betah tinggal di Benoordenhout adalah mayoritas penduduknya adalah orang Belanda asli. Jujur aja ini agak bikin gue kaget, karena waktu kuliah dulu kan gue tinggal di Leiden, yang mahasiswa Indonesianya banyak, sehingga lingkungan pergaulan gue ya itu-itu aja. Sekarang gue tinggal di daerah yang mayoritas penduduknya adalah orang Belanda. Sebenernya agak sedih sih karena kebanyakan teman gue tinggal di Leiden, tapi ya namanya juga hidup pasti ada yang harus berubah.

Merasakan jadi Jess Day di serial TV ‘New Girl’

Tahu serial ‘New Girl’, kan? Di serial TV itu, si tokoh utama dikisahkan tinggal bersama tiga orang cowok. Nah, ini juga sedang gue alami! Gue punya dua teman serumah, dua-duanya cowok dan orang Italia. Namanya Victor dan Francesco. Victor orangnya lebih pendiam dan kalem, sementara Francesco adalah cowok tipikal Italia yang rame, apa-apa pake sentuhan fisik, dan selalu gembira.

Gue suka banget tinggal sama mereka. Berbeda dengan rumah gue yang dulu (dulu gue tinggal bersama 22 cewek dalam satu rumah!), gue jadi jauh lebih bertanggungjawab dengan kerapihan rumah sendiri. Mungkin karena Victor dan Francesco ini sudah bekerja, jadi mereka jauh lebih bersih, berbeda dengan mahasiswa yang masih pengennya enak. Selain itu, karena kami hanya 3 orang dalam satu rumah, pembagian pembersihan rumah jadi jauh lebih teratur. Gue contohnya, bagian membersihkan mesin cuci piring dan dapur. Karena hanya tinggal bertiga di satu rumah, kami juga jauh lebih mengenal satu sama lain, nggak jarang gue diajak nongkrong Victor dan Francesco bersama teman-teman Italia mereka.

Pencarian Kerja yang Tak Kunjung Berakhir

Sama seperti sebelumnya, di Belanda ini gue sibuk mencari pekerjaan. Sudah berpuluh-puluh surat lamaran gue layangkan ke berbagai perusahaan, tapi sekarang hasilnya entah ditolak, atau belum dijawab. Tapi, dua hari lalu gue menerima surat panggilan wawancara kerja dari sebuah museum di Amsterdam! Wah, rasanya gue bener-bener kayak mimpi. Wawancara tersebut akan diadakan hari ini (Kamis) jam 2 siang, jadi gue sejak tadi pagi udah siap-siap cari tahu tentang perusahaan dan museum mereka, serta kira-kira nulis pertanyaan apa aja yang bakal gue tanya sewaktu wawancara kerja. Doakan semoga gue dapat pekerjaan di museum ini, ya!

Selain itu, kesibukan gue yang lain adalah belajar bahasa Belanda. Gue jadi anggota di perpustakaan Den Haag dan di perpustakaan tersebut ada satu tempat khusus untuk buku-buku les bahasa Belanda, jadi sekarang gue sedang belajar sendiri untuk tingkat B1. Lumayan, hitung-hitung mempertajam daya kerja otak sembari mencari kerja.

Sepertinya update hidup gue baru segitu aja. Nanti akan di-update lagi, syukur syukur gue dapat kerjaan di museum ini. Amin!

Iklan

22 tanggapan untuk “Ik ben terug, bitches!!!!

  1. 22 perempuan? Alamak. Jadi inget dulu ngekos aja susah rukunnya, itupun aku padahal berangkat kerja siang, pulang malam (maklum jadi wartawan bukan jam kantor).

    Sukses ya sama kehidupan baru + job searchnya

    Suka

  2. Wuihhh seruuu ya sekarang cuman bertiga. Pernah dimasakin makanan Italia ga Crys? Pasti enak banget ya wong mereka asli dari Italia. Btw, kalo ngomong kenceng ga? Haha keingat postingan Anggi orang Itali ngomongnya kenceng. Kebayang Crys lingkungan di sana nyaman dan sepi. Aku sukaaa banget tuh kalo sepedahan lewat Haagse bos. Berasa tenaangg denger suara burung cuit2 ya, padahal tengah kota ada hutan. Sukses, semoga dapat kerjaannya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s