Sepenting Apa Sih Sex Education Itu? (Terutama Untuk Perempuan!)


Tulisan ini ditulis dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia yang jatuh tanggal 1 Desember kemarin.

Sex Education (selanjutnya akan disingkat Sex-Ed). Apa yang kalian pikirkan ketika mendengar atau membaca dua kata tersebut?

Kalo gue sih, menganggap Sex-Ed sebagai hal yang penting banget. Sayangnya, belum banyak perempuan yang ngeh soal ini. Apalagi perempuan di Indonesia yang kebanyakan masih terbentur dengan norma sosial dan tabu dalam pembicaraan mengenai seks dan kesehatan organ reproduksi.

Gue masih ingat betul, pertama kali dapat Sex-Ed saat kelas 5 SD. Saat itu, yang cewek dipisah sama yang cowok, dan kami diajarin tentang siklus menstruasi dan pubertas. Tapi entah kenapa Sex-Ed berhenti disitu karena setelahnya lebih banyak diajarkan di pelajaran Biologi, dimana gurunya biasanya ogah-ogahan kalau sudah sampai bab tentang reproduksi manusia. Gue masih inget banget waktu kelas 3 SMP, begitu sampai bab itu, si gurunya bilang, “Yah kalau yang ini mah saya udah nggak perlu repot-repot ngejelasin ya, kalian semua pasti udah pada tau, apalagi yang cowok-cowok”. Waktu SMA, dimana menurut gue adalah saat paling penting untuk gue mengetahui kesehatan reproduksi diri sendiri, gue juga nggak dapat Sex-Ed karena emang nggak ada.

Yang ada? Pelajaran waktu ret-ret dimana semua murid disuruh melakukan abstinence.

 

coach-carr-from-mean-girls-delivers-sex-education-data
LOL nope

 

Tapi bukan gue namanya kalau nggak penasaran :p Suatu hari di saat libur sekolah, gue membeli DVD film dokumenter BBC tentang pubertas cewek dan cowok. Terus gue tontonin setiap hari. Akhirnya? Tiba-tiba gue jadi cewek paling jago ngomongin puber di satu sekolah :p Karena setelah nonton DVD itu, gue sadar bahwa kesehatan reproduksi bukan main-main, apalagi untuk perempuan yang adalah makhluk pembawa generasi baru ke dunia.

Nah, gue yang sekarang juga jadi lebih penasaran lagi tentang Sex-Ed. Menurut gue, reproduksi manusia adalah hal yang sangat underrated untuk dibahas di Indonesia karena pasti orang mikirnya ujung-ujungnya bokep. Padahal reproduksi kita itu penting banget lho, sama dengan organ tubuh yang lain. Kenapa masalah penyakit jantung banyak diangkat sementara anak sekolah nggak dapat Sex-Ed? Justru target utama Sex-Ed adalah anak-anak remaja, karena umur mereka adalah umur dimana hormon sedang membuncah, dan rasa ingin tahu juga ikutan meninggi. Lebih baik Sex-Ed diberikan ke mereka sejujur-jujurnya daripada mereka cari tahu dari sumber yang salah dan kemudian hidup mengenakan sumber yang salah tersebut. Sex-Ed sejujur-jujurnya bukan sampai ngajarin gimana caranya berhubungan seks (yang itu mah nggak usah diajarin, akan bisa sendirinya kok!), tapi lebih kepada bagaimana memproteksi diri sendiri jika ingin melakukan hubungan seks, dan apa yang bisa terjadi kalau nggak bisa main aman (selain kehamilan tidak terencana, tentu saja).

Contohnya, bagaimana cara memproteksi diri sendiri dan pasangan ketika kalian memutuskan untuk berhubungan seks. Yang cewek bisa pakai pil pengontrol kehamilan atau pasang IUD atau suntik, yang cowok bisa pakai kondom. Kemudian dijelaskan juga kenapa alat-alat tersebut bisa mencegah kehamilan dan penyakit menular seksual. Atau, paling nggak tahu tentang siklus menstruasi kita, dan apa yang terjadi pada masa subur, dan apa yang bisa terjadi kalau hubungan seks dilakukan di masa subur tanpa pengaman. Menurut gue hal ini penting banget untuk mencegah stigma “sekali berhubungan seks bisa langsung hamil”. Kehamilan itu bisa terjadi karena banyak faktor, seperti berapa lama sel telur ada di Fallopian tube untuk menunggu dibuahi (12-24 jam), berapa lama masa subur terjadi dalam rahim perempuan (bisa sampai 5-7 hari), dan berapa lama sperma bisa bertahan di rahim perempuan untuk menunggu satu telur yang matang untuk dibuahi (jawabannya: 5 hari). Bahkan jika hubungan seks dilakukan saat masa subur, nggak langsung naik jadi 100% kemungkinan bisa hamil. Sesuai waktunya, kemungkinan bisa hamil adalah sekitar 33% setiap masa subur, bahkan di hari puncak kesuburan.

(Gila, fasih banget gue ngomong ginian).

Kenapa gue memutuskan untuk menulis ini dalam rangka Hari AIDS sedunia dan bukan di hari random lain? Karena gue sangat prihatin (minjem slogan pak SBY) dengan keadaan Sex-Ed di Indonesia jaman sekarang, terutama untuk wanita. Seharusnya, dengan semangat feminisme juga semakin merajalela di Indonesia, perempuan juga semakin sadar bahwa mereka berhak mencari tahu tentang kesehatan reproduksi mereka sendiri dan berhak mendapatkan informasi sebenar-benarnya tentang kesehatan reproduksi mereka. Bayangkan berapa persen wanita yang bisa selamat dari pemerkosaan jika tahu apa yang harus dilakukan. Bayangkan berapa persen kehamilan tidak terencana yang bisa diatasi jika wanita tahu bagaimana cara mengamankan diri mereka sendiri dari kehamilan jika mereka memutuskan untuk berhubungan seks dengan pasangan mereka. Nggak semua orang yang sudah aktif secara seksual melakukan hubungan seks karena ingin punya anak, lho.

Nah, yang terakhir… bagaimana cara kita bisa belajar sendiri tentang organ reproduksi kita sendiri? Nah yang ini bisa untuk cewek dan cowok. Kita bisa mulai dari KB. Tapi sejauh yang gue lihat, KB di Indonesia masih fokus untuk keluarga muda yang ingin punya anak, ya. Bagaimana dengan orang muda atau remaja yang ingin tahu segala hal tentang Sex-Ed? Gue suka buka-buka website Planned Parenthood atau nonton video Ted-Ed di Youtube. Atau iseng aja random Google pertanyaan kayak “apa saja jenis pil birth control?”. Pasti akan langsung dibawa ke website yang sah penjelasannya. Website seperti Scarleteen.com juga bisa sangat membantu untuk belajar tentang Sex-Ed.

Jadi, tunggu apalagi? Educate yourself on your body and know your reproductive rights NOW!

Iklan

25 tanggapan untuk “Sepenting Apa Sih Sex Education Itu? (Terutama Untuk Perempuan!)

      1. Okeh fixed kamu membuatku minder even untuk nulis sesingkat kaya yang short writing di blog ku coretanbego aja aku butuh benar2 niat, waktu, dan konten yang uda ready dikepala… This busyness kills me

        Suka

      2. Kadang aku juga kayak gitu sih apalagi kalo nulis sesuatu yang udah tau bakal kontroversial… gak bisa langsung mentah mentah dikeluarkan dari otak, harus ditulis berulang kali. Kontroversial bukan berarti heboh banget ya, lebih kayak mengeluarkan pendapat tentang sesuatu yang kita tahu bakal beda banget dari pendapat mayoritas orang diluar sama

        Disukai oleh 2 orang

      3. Ya buat kamu “kadang” buat aku most of the times hahahaha.. For some talent is gift while the others have to earn it. Crystal, aku mencoba mencari mu di other socmed and curious tentang your daily perspective. Are you on Instagram? If yes, please mention me @jdbimo

        Suka

    1. Nanti menuju TKP ya! Belakangan ini gue lagi sering edukasi diri sendiri soal ini sih, dan yang paling makjleb itu pas tau nggak selamanya baru sekali berhubungan seks bisa langsung hamil 😂 kalo emang iya, berarti beruntung (atau buntung?) banget itu

      Suka

      1. Makanya setiap pasangan gabisa lgsg di-judge gak subur lah, mandul lah (rata2 cwe yg diginiin), kalo gak lgsg hamil pdhl pasangan baru. Ada lho perempuan2 yg stress krn gak lgsg hamil pdhl umur pernikahan belum ada setahun, yg udah nikah tahunan malah nyantai aja tuh haha. Biasanya ditekan ibu mertua.
        Aku ada bahas ttg sex-ed jg thn lalu tp lebih menjurus ke PSK, I’ll be sharing to you if you’d like to read them

        Suka

      2. Ternyata lo udah pernah komen disini Tal, buat refreshing aja kali ya: https://chicklyfresh.wordpress.com/2015/05/11/69/ gue tanya2 adek gue katanya gak pernah ada bahasan kya gt sih dr guru BK, kebetulan adek gue sekolah di SMA negeri dan penjurusan IPS. Kalo IPA-nya gak tau deh dibahas mendalam atau enggak.
        Btw kita kan seumuran ya, waktu SMA kebetulan gue di swasta, jurusan IPA, guru Biologinya perempuan. Beliau lumayan concern akan topik ini sih makanya pas ngebahas jadi seru 🙂

        Suka

  1. Setuju Crys, edukasi seks untuk perempuan lebih untuk memahami organ reproduksi dan menstruasi. Mungkin ya tabu yang ada di sekitar topik ini karena istilah sex yang sinonim sebagai aksi seks dan kelamin. Tulisannya bagus.

    Suka

    1. Makasih mbak Yo! Menurutku yang paling mendasar ya dua hal itu dulu ya, setelah itu edukasi untuk memahami bahwa berhubungan seks adalah pilihan dan disarankan pakai pengaman untuk mencegah yang nggak nggak seperti kehamilan diluar rencana atau penyakit menular seksual. Aku baru ngerti soal masa subur baru-baru ini dong, ternyata anatomi perempuan ribet juga yaaaa

      Suka

      1. Sex ed di Belanda, well di sekolahnya anakku bahas semuanya. Termasuk no means no baik untuk anak perempuan maupun lelaki. Sayang memang masih ada orang yang percaya petting bisa membuat hamil dsb dsb

        Suka

      2. Itu juga maha penting tuh, sepertinya aku bakal nulis tentang consent di lain waktu (lupa pernah nulis apa gak). Hahaha, kalo percaya petting bisa bikin hamil jadi inget mitos jaman SD “kalo ciuman bisa hamil lho!” Hahaha

        Suka

  2. Penting banget ini, sayang masyarakat kita masih dibungkus oleh norma2 tabu ngomongin soal ini, akibatnya juga banyak kehamilan remaja, yang mestinya bs di preventif.

    Jadi inget wkt dulu jaman wartawan ada aktivis bagi2 kondom u/ pencegahan HIV / AIDS eh yang ada malah diprotes sama orang2 berturban itu katanya mengkampanyekan seks bebas. Dodol. Kapan negara kita bisa maju? Sedih rasanya.

    Suka

  3. Tulisannya keren banget tal!!! Setuju banget sama point2 yang lo tulis. Semoga kedepannya di Indonesia lebih banyak di kasih ilmu ttg edukasi seks ya dan masyarakatnya juga jadi lebih peka betapa pentingnya edukasi seks itu…

    Suka

  4. Well written Tal. Aku setuju perempuan itu harus mengedukasi diri dan belajar tidak malu membahas ini. Bawaannya malu melulu, lha kalau gitu kapan majunya. Not to mention bahwa yg banyak kena HIV/AIDS di Indonesia itu Ibu-Ibu rumah tangga. Nah masih mau tahu kalau gini?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s