Jangan Patah Semangat!: Tips Mencari Pekerjaan di Belanda


Tulisan ini terinspirasi dari tulisannya Mariska tentang mencari pekerjaan di NZ dan mbak Oppie tentang pengalaman interview kerja di Belanda. Berhubung Senin besok adalah hari pertama gue kerja, nggak ada salahnya kalau mau berbagi pengalaman dan tips tentang mencari pekerjaan di Belanda. Sebagai migran yang masih pletat pletot dalam berbahasa Belanda, mungkin mencari pekerjaan termasuk hal yang cukup ditakuti mahasiswa yang baru lulus. Apalagi persaingan ketat dengan warga EU yang jauh lebih mudah mendapatkan pekerjaan daripada warga non-EU. Tapi masa sih kamu nggak bisa fight? Berikut adalah beberapa tips untuk mencari pekerjaan di Belanda. Selamat mencoba!

1. Untuk memudahkan proses mencari kerja, daftarkan diri untuk ijin tinggal setelah student visa selesai

Di Belanda, mahasiswa lulusan setara universitas atau applied science university punya kesempatan untuk tinggal di Belanda selama setahun dengan visa pencari kerja. Namanya visa zoekjaar. Selama setahun ini, kamu boleh bebas memasuki bursa kerja Belanda, mencari pekerjaan dan mengikuti wawancara sebanyak-banyaknya, dan juga bekerja part time sebanyak-banyaknya sambil menunggu dapat pekerjaan tetap. Plusnya visa ini adalah bos kamu nggak perlu mendaftarkan ijin tinggal kalau kamu bekerja part time. Nah, tujuan utama dari visa pencari kerja ini adalah mendapatkan pekerjaan yang bisa mensponsori kamu sebagai highly skilled migrant (disini disebut dengan kennismigrant) dengan beberapa syarat tertentu.

Untuk keterangan lebih lanjut tentang dua tipe visa diatas, bisa buka website Imigrasi Belanda di IND.com. Bisa-bisa gue harus bikin tulisan bersambung kalau mau ngejelasin tentang zoekjaar dan kennismigrant visa.

2. Jangan malas mulai dari nol

Nah, yang ini penting banget, nih! Di Belanda, buang jauh-jauh pemikiran “kerjaan X gajinya kurang” atau “masa gue kerja jadi tukang bersih-bersih di restoran, sih?”. Semua pekerjaan sangat dihargai disini. Memang banyak teman-teman gue yang beruntung bisa langsung dapat pekerjaan yang bagus setelah lulus kuliah, tapi lebih banyak lagi mahasiswa yang harus bekerja dua sampai tiga pekerjaan part time sebelum akhirnya mendapatkan pekerjaan tetap dengan gaji yang setara dengan kemampuannya.

Selama masa zoekjaar, gue sempat bekerja di dua tempat berbeda. Yang pertama sebagai staff museum di sebuah atraksi yang baru buka di Amsterdam. Tiga bulan kemudian, gue cabut karena kontraknya sudah selesai dan gue enggan memperpanjang kontrak ini karena beberapa alasan. Seminggu setelah cabut dari museum, gue dapat pekerjaan sebagai staff di toko afhalen (take-away) makanan Indonesia. Walaupun kerja di restoran tuh nggak selamanya menyenangkan, tapi gue jalanin aja karena memang gue butuh duit. Jangan lupa juga untuk menyisakan waktu untuk seharian mencari pekerjaan di dunia maya. Yang membawa gue ke poin nomor tiga…

3. Jangan bosan dengan surat penolakan

Tiga bulan pertama setelah lulus, gue menganggap surat penolakan itu biasa. Lama-lama surat-surat ini memakan rasa percaya diri gue bahkan sampai beberapa bulan lalu gue sempat frustrasi dan nggak percaya diri karena susah banget nembus tahap wawancara. Padahal CV sudah dipoles sebagus mungkin, surat lamaran juga sudah mengikuti 1001 format yang digadang-gadang sebagai “surat lamaran tokcer untuk mendapatkan kesempatan wawancara”.

Jangan bosen! Percaya aja, niscaya dari ratusan penolakan, akan ada satu-dua perusahaan yang tertarik dengan CV dan surat lamaran kamu dan akhirnya manggil kamu buat wawancara.

4. Ikuti career coaching dari kampus, perbaiki referensi, tambah skill, ikuti kesempatan volunteering di daerah sekitarmu

Ini adalah poin-poin yang lebih praktikal dalam mencari kerja, ya. Biasanya, kampus-kampus Belanda punya career center yang doyan bikin workshop terutama untuk mahasiswa internasional yang ngomongin masalah tentang gimana cara bikin CV dan surat lamaran, gimana cara ngelamar di perusahaan Belanda, dan lain-lain. Biasanya workshop ini menarik biaya, tapi nggak mahal kok, sekitar 5-7 euro sudah termasuk cemilan dan minum.

Career center kampus juga biasanya mengadakan bursa kerja per fakultas, satu atau dua kali setahun. Kalau mikir bursa kerja, jangan kepikiran bursa kerja super gede kayak di Jakarta, ya… Bursa kerja kampus di Belanda biasanya kecil banget dan lebih banyak diisi workshop dan talkshow kecil, durasinya sekitar 45 menit.

Selain itu, kita juga bisa menambah skill sesuai perkembangan jaman. Untuk gue, karena sejak dulu gue tertarik dengan digital marketing, maka selama masa pengangguran gue kembali belajar bahasa pemrograman seperti HTML dan Javascript. Selain itu, untuk menambah pengalaman bekerja dengan orang Belanda, gue menjadi relawan di pusat arsip untuk ekspatriat di Den Haag.

5. Ikut uitzendbureau (agensi rekrutmen)

Di Belanda, ada banyak sekali agen rekrutmen yang ditujukan untuk ekspatriat yang nggak bisa berbahasa Belanda. Beberapa contohnya adalah Undutchables dan YER. Tugas agen rekrutmen ini adalah untuk menghubungkan kamu dengan perusahaan yang mencari pegawai. Tapi biasanya untuk entry level jobs, jarang ada agen rekrutmen yang bisa mencarikan pekerjaan buat kamu, karena biasanya mereka lebih banyak menyebar lowongan untuk posisi-posisi manajerial. Tips ini bisa diikuti kalau kamu sudah berpengalaman beberapa tahun, kemudian memutuskan untuk mencari kerja di Belanda.

Kayaknya cukup 5 tips aja yang bisa gue sampaikan untuk gimana cari kerja di Belanda. Untuk masalah gaji, setiap pekerjaan di Belanda gajinya beda-beda, sesuai standar gaji jenis industri/pekerjaan yang kamu lamar. Jadi jika kamu sudah dapat pekerjaan dan dapat nominal gaji yang bisa dinegosiasi, lebih baik riset dulu tentang standar gaji pekerjaan tersebut.

Selamat mencari pekerjaan!

Iklan

17 thoughts on “Jangan Patah Semangat!: Tips Mencari Pekerjaan di Belanda

  1. Hebat bisa survive di negeri orang. Saya aja takut klo harus pergi ke negara yang gak berbahasa inggris. Takut kenapa2 ha ha ha.. Soalnya komunikasi kan penting buat kesehatan mental. Klo disuruh belajar bahasa baru udah minder duluan.

    Suka

  2. Crystal, mau nanya dong, lo belajar HTML dan javascript bagaimana? Gw pingin banget belajar coding tapi gampang putus asa karena rata-rata text based. Pernah nyoba code academy tapi tiap mentok gw tutup laptop terus jalan-jalan deh 😀 Banyak yang nyaranin ikut semacam bootcamp, tapi gw ada full time kerja berasa ga punya energy untuk itu.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s