Hari 1: Fun Facts


Udah lama nggak buka WordPress, begitu buka… ada banyak temen blogging yang ikutan tantangan menulis bertema seperti ini. Mulai dari Mbak Yoyen, Mia, dan Mariska. Ikutan ah! *latah*

screen-shot-2017-03-02-at-9-02-18-pm

  1. Sebelum kerja, gue selalu memulai hari dengan nulis sesuatu. Entah itu to-do list atau iseng coret-coretan di buku tulis/agenda. Otak gue jauh lebih terstimulasi kalau sudah nulis beberapa kalimat. Biasanya habis itu kerja langsung lancar.
  2. Baru bisa makan babi tiga tahun lalu, saat liburan di Thailand. Sejak kecil nggak suka babi karena orang rumah jarang masak daging babi, dan sejak kecil gue selalu mengira daging babi itu nggak enak. Ternyata… ENAK YA! Walaupun gue udah suka daging babi, sampai sekarang gue selalu suka daging babi yang asin dan gurih, nggak suka sama daging babi merah yang manis (chasiu).
  3. Kalau lagi suka sama sesuatu, bisa jadi sangat terobsesi sama hal tersebut selama beberapa minggu. Obsesif maksudnya sampai cari tahu banyak hal tentang subjek itu dari internet.
  4. Setiap makan, harus ada karbohidrat. Dulu sih cuma bisa kenyang kalau makan nasi (maklum, dulu tinggal di Asia), sekarang sudah bisa menyesuaikan diri dengan makanan sekitar. Tapi pokoknya harus ada karbohidrat sebagai menu utama, baik itu nasi, roti, atau mie.
  5. Cuma bisa tidur di ruangan gelap dan nggak ada suara. Dan mudah bangun juga kalau ada lampu yang dinyalakan atau orang ngomong.
  6. Gue introvert, tapi gue termasuk social introvert yang setiap hari harus bersosialisasi sama orang lain. Setelah bersosialisasi selesai, gue butuh waktu 1-2 hari me time untuk recharge batere sosial gue.
  7. Gue baru bisa berenang saat umur gue 18 tahun. Sejak kecil gue selalu takut air, dan ditambah lagi waktu umur 5 tahun pernah hampir tenggelam di kolam renang di rumah saudara. Untungnya, saat liburan sekolah menjelang masuk kuliah, gue ketemu instruktur renang yang sepertinya jago hipnosis muridnya yang trauma berenang karena pernah tenggelam. Aneh deh rasanya, pokoknya setelah 1-2 pertemuan, gue nggak takut air lagi!
  8. Waktu kecil gue termasuk anak yang penakut dan mudah grogi. Naik komidi putar di Dufan aja pakai acara drama nangis dulu. Waktu TK, gue benci banget kegiatan melipat, saking groginya gue hampir selalu muntah sebelum pelajaran tersebut. Duh kalo diinget-inget jadi malu sendiri…
  9. Toleransi pedas gue semakin menurun setelah gue tinggal di Belanda. Pas di Indonesia dulu, jenis makanan pedas apa aja langsung hajar… sekarang harus dikurangi karena jadi gampang sakit perut.
  10. Belakangan ini gue merasa gue jadi food puritan. Gue jauh lebih menikmati makanan kalau dibuat sesuai dengan resep aslinya. Makanya gue sebel banget sama jenis fusion food atau inovasi makanan yang maksa ngikutin trend.
  11. Gue punya satu bantal kecil yang harus selalu ada saat gue tidur. Waktu kecil, gue nggak bisa tidur tanpa bantal tersebut. Sekarang sih bisa tidur tanpa bantal itu, tapi kalau nggak ada si bantal rasanya ada yang hambar.
  12. Jenis kopi favorit gue adalah cappuccino, dan gue selalu pesen itu kalau lagi ngopi. Jangan lupa, gulanya dua sachet! (Gawat banget sih ini)
  13. Masih ngomongin soal kopi, gue nggak bisa setiap hari minum kopi karena masalah perut. Jadi, biasanya gue minum kopi dua-tiga kali seminggu, tergantung lagi pingin atau nggak.
  14. Gue termasuk orang yang rewel dengan jenis bolpen atau kertas yang gue gunakan. Untuk jenis bolpen, gue suka bolpen tinta dengan ujung yang tajam dan tintanya harus warna hitam. Kenapa ujungnya harus tajam? Karena kalau ujungnya tumpul, tulisan gue akan berubah jadi bulat-bulat dan gue nggak suka itu. Begitu juga untuk pilihan kertas. Gue suka kertas yang ada garisnya tapi gue suka kalau garisnya lumayan besar, karena tulisan gue sekarang cukup makan tempat.
  15. Gue bisa menggambar, tapi nggak bisa mewarnai. Maka itu, sekarang gue lagi rajin melatih indra estetika gue akan warna dengan cara belajar handlettering dan mencampur warna.
Iklan

30 tanggapan untuk “Hari 1: Fun Facts

      1. Soal bolpoin contohnya, aku rela keliling kota-kota besar hanya untuk nyari bolpoin standard yg ujungnya tajam dan tipis. Ukuran ballnya 0.38 mm. Kalau nemu, aku beli 1 pak. Begitujuga buku, hanya demi beli buku kesukaan dg jarak garis yg renggang2, 1 buku 50rb pun kubeli wkakak dan banyak lagi yg lain

        Suka

  1. Wah, tinggal di Belanda ya. Kayaknya cabe di sana beda ya sama di Indo. Dulu pas aku tinggal di sana jg gak bisa makan cabe, pasti langsung melilit nih perutnya.

    Suka

  2. Ketika semakin gede dan sekarang makin tua, haha…. Aku baru ngeh banyak orang yg boleh makan babi dan ga doyan atau ga makan babi. Waktu ku kecil, aku kira semua orang non muslim doyan daging babi.

    Suka

  3. Asik dia ikutan juga 👍🏼 Kalau karbohidratnya roti, ngaruh ngga? Dan memang ya food puritan (sounds beter than food snob) itu menjaga resep menurut yang original 😀

    Suka

  4. Wah sama nih soal tulisan, aku juga tipe yang pilih-pilih pulpen jugaaa… engga suka yang lead nya ukuran besar ato tintanya terlalu tebel, soalnya tulisanku kecil2 dan cenderung curvy, kalo pen nya ngga cocok ntar engga kebaca tulisannya 😆
    ngomong2 hand letteringnya di share ke medsos juga kah ce? *kepo :p

    Suka

    1. Dulu aku bisa lho. Bahkan gak gitu ngerasa kopi tuh penting. Sekarang ngeliat kolega semua ngopi 2-3 kali sehari, jadi latah juga… tapi aku selalu tahan diri, gak mau minum kopi lebih dari sehari sekali, dan biasanya cari yang intensitasnya rendah (karena di kantor pake mesin kopi Senseo yang kapsulnya beda beda intensitas kafeinnya)

      Suka

  5. Nomor 14 itu sama Tal, rewel banget deh soal itu.. And jujur menurutku daging babi di Malaysia and Singapura jauh lebih enak daripada daging babi di Indonesia haha.. Perutnya dijaga yah, engga enak kalau sampai sakit trus disuruh milih antara stop minum kopi atau makan pedas hehe..

    Suka

    1. Sekarang malah kalau minum kopi kebanyakan, sakitnya bukan ke perut, Wien, tapi ke tenggorokan. Semacam rasa perih di tenggorokan bawah bagian kanan/kiri gitu… Kalau udah gitu gue langsung stop kopi dan langsung minum vitamin C biar nggak makin parah. Kejadian ini berlangsung setelah gue sakit amandel.

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s