Hari 10: Pipis di Jok Mobil di Cina


Lama-lama kok tantangan 15 hari menulis ini semacam jadi ajang buka aib, sih? Hehehehe! Kemarin suruh nulis tentang sifat baik dan buruk, kali ini tantangannya adalah menulis tentang salah satu kejadian memalukan yang pernah dialami.

Ceritanya, awal tahun 2012 lalu gue pergi pesiar ke RRC bersama Mama, Papa dan dua adik. Sebenarnya kami berniat pergi ke Korea Selatan, tapi karena ada kejadian satu dan lain hal, akhirnya kami berangkat ke RRC, tepatnya ke Beijing dan Shanghai. Padahal visa Korea Selatan sudah jadi, lho.

Sesampainya di bandara Beijing, gue langsung kedinginan. Itu adalah pertama kalinya gue mengalami musim dingin, dan nggak tanggung-tanggung, suhunya langsung -12 derajat Celcius! Begitu keluar dari bandara, awalnya sih biasa aja, tapi lama-lama tangan terasa kebal dan hidung tiba-tiba beringus. Untungnya kami langsung dapat taksi besar yang muat lima orang plus koper-koper. Dapat taksinya juga perjuangan banget karena sopir taksinya nggak bisa bahasa Inggris, jadilah petualangan bahasa Tarzan dimulai.

Setelah dari bandara, kami pergi ke Great Wall of China. Cuacanya buruk banget, nggak bisa lihat apa-apa, dan luar biasa dingin. Setelah itu kami menempuh perjalanan kembali ke ibukota, dan disinilah kejadian memalukan mulai terjadi.

Setelah kami masuk kota, tiba-tiba gue merasa kepingin pipis. Biasanya kalau ditahan lama-lama juga hilang, tapi mungkin karena cuaca di luar super dingin, jadi dinginnya masuk ke mobil, padahal mobil sudah dilengkapi penghangat. Sebenarnya gue bisa aja minta berhenti untuk pergi ke toilet umum, tapi gue takut karena: 1) Gue nggak bisa bahasa Mandarin, dan 2) gue baca di buku perjalanan seorang travel writer terkenal bahwa toilet di Beijing emang banyak tapi kotor semua. Karena udah ditakutin sama pemandangan toilet yang belum tentu enak, akhirnya gue memutuskan untuk menahan rasa pipis.

Tapi bukannya makin ditahan jadi hilang, ini malah makin menjadi-jadi… Gue udah bisik-bisik ke nyokap, minta berhenti ke sopir karena gue pengen pipis. Kemudian gue ngeliat hotel kami udah dekat, akhirnya gue bertahan nahan pipis, karena tinggal sekali belok, langsung sampe hotel. Tapi ternyata si sopirnya malah muter dan bawa kami lewat Forbidden City dulu. Mampus banget!

Akhirnya gue udah nggak tahan, dan gue memutuskan untuk pipis di mobil aja. Akhirnya di jok belakang gue pipis di jok mobil dan rasanya kayak banjir karena rasa pipis udah gue tahan sejak masuk kota Beijing. Gue diem-diem aja, terus akhirnya dengan sok cool gue bilang ke bokap dan nyokap bahwa gue pipisin jok belakang mobil. Adik-adik gue denger terus mereka ketawa ngakak. Bokap nyokap gue juga, lah! Yang bikin sial, setelah gue kelar pipis di jok mobil, kami tiba di hotel. Tau gitu nahan pipis sampe hotel aja, yang ada malah semalaman malu diledekin pipis di celana sama adik-adik dan bokap nyokap…

(Setelah sampai kamar hotel, celana jeans yang gue pake dan jadi korban pipis langsung gue buang karena gue males nyuci bau pesingnya xD)

Iklan

17 tanggapan untuk “Hari 10: Pipis di Jok Mobil di Cina

    1. Aku masih suka malu sendiri kalo inget kejadian itu… parah banget, efeknya sih ga langsung abis nekad pipis di celana, tapi setelah bokap nyokap tau bahwa aku pipis di mobil, mereka ngakak lama banget dan sepanjang liburan aku diledekin terus. Hahaha!

      Suka

      1. Aku juga males ke RRC dengan alasan yang sama, udah turis RRC yg aku temuin di luar negeri kaya gitu, jg dengan toilet jorok. Sampe sekarang masih diledekin sama pacar klo aku rasis haha

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s