Sakit di Belanda Mahal Gak?

Siapa sih yang mau jatuh sakit? Apalagi jatuh sakit di negara orang, nggak punya sanak saudara pula… Yang namanya sakit, biasanya emang nggak bisa dihindari, namanya juga manusia. Kesempurnaan hanya milik Tuhan, kekurangan hanya milik kita (ngikut-ngikut mamak Dorce).

Di Belanda, untungnya sistem kesehatan sudah sangat terintegrasi dengan baik. Waktu jaman gue kuliah, gue paling malas disuruh ke dokter, jadi kalau sakit demam dikit ya berusaha diobatin sendiri. Gue dulu males banget ke dokter karena ada anggapan kalo di Belanda tuh dokter bakal bertindak kalo kita udah sakaratul maut alias udah parah banget, jadinya gue males meluangkan waktu untuk daftar ke huisarts terdekat walaupun gue punya asuransi kesehatan (seluruh warga Belanda wajib punya asuransi kesehatan ini).

Pengalaman pertama gue ke dokter adalah akhir tahun lalu. Ternyata prosedur ke dokter nggak susah susah amat dan dokter juga mau kok melakukan prosedurnya kalo memang dirasa perlu! Berikut gue beberkan cara-cara ke dokter di Belanda, cocok untuk kalian yang baru mau pindah kesini atau baru pindah kesini.

Yang pertama, daftar asuransi kesehatan. Yang ini penting banget karena kalo kita nggak punya asuransi, biaya penanganan dokter tuh bisa mahal banget. Ada banyak sekali perusahaan asuransi yang menangani asuransi kesehatan di Belanda seperti Zilveren Kruis, Achmea, Interpolis, dll. Preminya kurang lebih 100 euro per bulan, tergantung add-on apa yang mau kamu pilih, misalnya kamu bisa menambah 12 euro per bulan untuk asuransi kesehatan gigi atau 10 euro per bulan untuk tambahan seperti gratis kontrasepsi, gratis dokter mata, dll. Untuk asuransi level standar biasanya mencakup biaya konsultasi huisarts, biaya obat generik, psikolog, dietician, dan lain-lain (beda asuransi, beda juga cakupan servis asuransi kesehatan standarnya).

Setelah punya asuransi kesehatan (biasanya perusahaan asuransi akan mengirimkan kartu polis ke alamat kita, ini wajib banget dibawa kemana-mana karena biasanya asuransi kita berlaku di seluruh Uni Eropa), saatnya mendaftarkan diri ke huisartsPraktek huisarts biasanya terdiri dari praktek satu orang dokter atau beberapa dokter dalam satu rumah praktek, beda banget deh sama yang di Indonesia. Kita bisa daftar lewat website mereka atau lewat telepon. Tips gue, sebisa mungkin carilah dokter yang terdekat dari tempat tinggal kita. Selain itu, perhatikan baik-baik jika mereka masih menerima pasien apa nggak. Gue pernah daftar ke klinik di Delft secara online, kemudian pas gue mau konsultasi dan telepon ke klinik tersebut, ternyata mereka udah nggak terima pasien lagi sehingga gue harus cari klinik lain.

Setelah mendaftarkan diri, biasanya mereka akan menelepon kita atau kirim e-mail yang menyatakan bahwa nama dan identitas kita sudah terdaftar di database mereka. Kalau sudah dapat konfirmasi kayak gitu baru deh kita bisa minta perjanjian konsultasi ke dokter.

Kalau kamu ngerasa sakit, jangan langsung telepon ke dokter untuk janjian konsultasi. Kalo penyakitmu sekedar pusing-pusing, demam dan akhirnya flu, ya mendingan minum Tolak Angin atau makan sup ayam lah, ya! Gue biasanya pergi ke dokter kalau gue mengalami suatu penyakit yang setelah didiemin 2-3 hari bukannya makin sembuh malah makin parah, contohnya saat gue sakit amandel beberapa bulan lalu. Kalau kita ngerasa nggak bisa nunggu lagi untuk tanggal perjanjian, kita bisa telepon dokter pagi-pagi dan nanya apakah mereka punya servis walk-in clinic, seperti dokter gue di Den Haag dulu. Resepsionis yang mengangkat telepon biasanya berfungsi sebagai asisten dokter, jadi mereka bisa menentukan apakah kamu bisa datang tanpa perjanjian atau nggak.

Oke, let’s assume kamu sakit, telepon dokter, dan setuju tanggal untuk perjanjian ke dokter. Begitu hari-H, dateng aja sesuai jam yang ditentukan dan lapor kalau kamu punya janji bertemu dokter di jam tersebut. Lalu kamu bakal disuruh nunggu di ruang tunggu yang kadang ada majalah, mainan, bahkan fasilitas Wi-Fi gratis. Nggak lama kemudian si dokter datang, lalu kamu disuruh masuk ke ruang prakteknya…

Begitu masuk ruang praktek, jika kamu pasien baru, biasanya si dokter akan nanya tentang riwayat penyakit kamu. Cuek aja, jawab aja segamblang mungkin. Biasanya penjelasan mereka akan sangat sistematis dan logis dan kita bebas nanya pertanyaan apapun. Kalau mereka merasa kita butuh obat, maka mereka akan langsung membuatkan resep yang dikirim langsung ke apotik terdekat klinik kita. Setelah itu, kita nggak usah bayar, karena konsultasi huisarts biasanya ditanggung sama asuransi!

Kalau kita dikasih obat dan harus menebusnya di apotek, masalah bayar membayar juga tergantung paket asuransi yang kita pilih. Biasanya paket asuransi standar sudah mencakup biaya obat generik dan biasanya juga si dokter akan menuliskan resep obat generik untuk kita. Ada juga paket asuransi yang mengharuskan kita untuk membayar separo dan tagihannya akan ditagih ke rekening bank pribadi setiap 3-4 bulan. Setelah bayar/nggak bayar obat, tinggal pulang ke rumah masing-masing deh lalu mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter.

Semoga cepat sembuh!